ciri khas yang menunjukkan kemajemukan bangsa indonesia yaitu

9Fungsi Pancasila di Indonesia. Pancasila merupakan rangkaian kesatuan dan kebulatan yang tidak terpisahkan. Hal ini karena setiap sila pada Pancasila mengandung empat sila lainnya. Kedudukan dari masing-masing sila tersebut tidak dapat ditukar tempatnya atau dipindah-pindahkan. Hal ini sesuai dengan susunan sila yang bersifat PROSIDINGSEMINAR LEKSIKOGRAFI INDONESIA. by Ahmad Fadly. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. PROSIDING PENELITIAN BAHASA DAN SASTRA. by Tirto Suwondo. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. The Use of Batavia Language in East Jakarta (Study of Sociodialectology) IdentitasNasional, mengambil pengertian kedua kata tersebut, berarti ciri khas yang menandai keberadaan suatu bangsa. Setiap bangsa yang menegara (nation state) memiliki identitas nasionalnya sendiri-sendiri yang berbeda dengan identitas nasional bangsa lain. Identitas nasional bangsa Indonesia berasal dari sejarah panjang pembentukan bangsa Jangansampai ciri khas ini tidak lagi dimiliki oleh penerus bangsa nantinya karena sudah terlanjur rusak akibat penanganan yang kurang tepat. 4. Flora dan fauna yang melimpah. Selain kekayaan botani, Indonesia juga memiliki banyak sekali koleksi hewan dan tumbuhan. Cirikhas yang menunjukan kemajemukan bangsa indonesia yaitu - 13533633 Adelruth5202 Adelruth5202 02.12.2017 Sosiologi Lihat jawaban Iklan Iklan niya50 niya50 Jawaban: Ciri khas yang menunjukkan kemajuan bangsa Indonesia yaitu: Keberagaman budaya, suku, bahasa, dan agama. berantem yuk, itu soal kemajemukan bukan kemajuan. gass gua nonton Iklan Site De Rencontres Femmes Et Hommes Mariés. Indonesia adalah sebuah negara dengan jutaan penduduk yang tersebar di berbagai pulau di seluruh negeri. Keragaman budaya dan suku bangsa yang berbeda, serta perbedaan geografis yang luas antara daerah-daerah, membuat Indonesia menjadi sebuah negara yang majemuk. Namun, ada beberapa hal yang tidak dianggap sebagai bagian dari kemajemukan yang merupakan ciri khas Indonesia. Salah satu karakteristik yang tidak termasuk dalam kemajemukan Indonesia adalah agama. Meskipun banyak orang Indonesia yang beragama, agama tidak bisa dikatakan sebagai ciri khas keragaman Indonesia. Karena ada banyak negara di seluruh dunia yang memiliki agama yang sama dengan Indonesia. Sehingga, agama tidak dapat dianggap sebagai ciri khas kemajemukan Indonesia. Selain agama, karakteristik lain yang tidak termasuk dalam kemajemukan Indonesia adalah arsitektur. Pada dasarnya, arsitektur adalah sebuah seni yang dapat dimanfaatkan oleh siapa pun. Sekali lagi, arsitektur tidak dapat dianggap sebagai ciri khas kemajemukan Indonesia, karena banyak negara di seluruh dunia yang memiliki desain arsitektur yang sama atau mirip dengan Indonesia. Kemajemukan Indonesia juga tidak termasuk dalam bahasa. Bahasa adalah hal yang sangat penting untuk menunjukkan ciri khas budaya suatu negara. Namun, banyak negara di seluruh dunia yang memiliki bahasa yang sama atau serupa dengan Indonesia. Oleh karena itu, bahasa tidak dapat dianggap sebagai ciri khas kemajemukan Indonesia. Selain agama, arsitektur, dan bahasa, ada satu karakteristik lagi yang tidak termasuk dalam kemajemukan Indonesia yaitu musik. Musik adalah salah satu bagian yang sangat penting dalam budaya suatu negara. Namun, seperti yang telah disebutkan di atas, musik adalah sebuah seni yang dapat dipraktikkan oleh siapa pun. Beberapa jenis musik yang populer di Indonesia mungkin tidak dapat ditemukan di negara lain, tetapi banyak jenis musik di Indonesia yang berasal dari luar negeri. Karena itu, musik juga tidak bisa dianggap sebagai ciri khas kemajemukan Indonesia. Kesimpulan Kemajemukan merupakan ciri khas Indonesia yang mencerminkan keragaman budaya dan suku bangsa yang berbeda. Namun, ada beberapa karakteristik yang tidak bisa dianggap sebagai bagian dari kemajemukan yaitu agama, arsitektur, bahasa, dan musik. Oleh karena itu, ketika berbicara tentang kemajemukan Indonesia, kita harus membedakan antara karakteristik yang benar-benar dapat mencerminkan keragaman budaya dan suku bangsa Indonesia dan yang tidak. Post navigation Pengertian Masyrakat Majemuk menyatakan bahwa masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri- sendiri, tanpa ada pembauran satu sama lain di dalam satu kesatuan politik. Clifford Geertz menyatakan bawah masyarakat majemuk merupakan masyarakat yang terbagi ke dalam subsistem-subsistem yang lebih kurang berdiri dan masing-masing subsistem terikat oleh ikatan-ikatan primordial. Nasikun menyatakan bahwa suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara struktural memiliki subkebudayaan-subkebudayaan yang bersifat deverse yang di tandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari kesatuan-kesatuan sosial, serta sering munculnya konflik-konflik sosial. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Masyarakat Multikultural Pengertian, Ciri, Karakteristik, Faktor Penyebab, Dan Contohnya Ciri dan Faktor Masyarakat Majemuk Ciri-ciri masyarakat majemuk Mempunyai struktur budaya lebih dari satu. Nilai-nilai dasar yang merupakan kesepakatan bersama sulit berkembang. Sering terjadi konflik-konflik sosial yang berbau SARA. Struktur sosialnya lebih bersifat nonkomplementer. Proses integrasi yg terjadi berlangsung secara lambat. Sering terjadi dominasi ekonomi, politik, dan sosial budaya. Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya Masyarakat Majemuk Keadaan geografis. Pengaruh kebudayaan asing. Kondisi iklim yang berbeda. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Perbedaan Masyarakat Pedesaan dengan Perkotaan Jenis dan Macam Masyarakat Majemuk Menurut konfigurasi dari komunitas etnisnya, masyarakat majemuk dapat dibedakan menjadi empat kategori sebagi berikut Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang, yaitu masyarakat majemuk yang terdiriatas sejumlah komunitas atau kelompok etnis yang memilki kekuatan kompetitif seimbang. Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan, yaitu masyarakatmajemuk yang terdiri atas sejumlah komunitas atau kelompok etnis yang kekuatan kompetitip tidak seimbang. Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan, yaitu masyarakat yang antara komunitas atau kelompok etnisnya terdapat kelompok minoritas, tetapi mempunyai kekuatan kompetitip di atas yang lain, sehingga mendominasi politik dan ekonomi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Sekularisme – Ciri, Pendidikan, Masyarakat, Alasan, Perbandingan, Bahaya, Para Ahli Struktur Masyarakat Majemuk Struktur Masyrakat Indonesia sebagai masyrakat majemuk. Struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh dua cirinya yang bersifat unik. Horizontal Ditandai oleh kenyataan adanya kesatuan-kesatuan social berdasarkan perbedaan suku-bangsa, perbedaan agama, adat serta perbedaan-perbedaan kedaerahan. Vertical Strktur masyarakat Indonesia ditandai adanya perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup dalam. Perbedaan-perbedaan suku bangsa, agama, adat, dan kedaerahan seringkali disebut sebagai ciri masyarakat Indonesia yang bersifat majemuk, suatu istilah yang mula-mula dikenalkan oleh Furnivall untuk menggambarkan masyarakat Indonesia pada masa Hindia Belanda. Konsep masyarakat majemuk sebagaimana yang digunakan oleh ahli-ahli ilmu kemasyarakatan dewasa ini memang merupakan perluasan dari konsep Furnivall tersebut. Masyarakat Indonesia pada masa Hindia Belanda, demikianlah menurut Furnivall, merupakan suatu masyarakat majemuk plural society, yakni suatu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain di dalam kesatuan politik JS Furnivall, Netherlands India A Study of Plural Economy, Cambridge at The University Press, 1967, halaman 446-469. Dengan cara yang lebih singkat, Pierre L. van den Berghe menyebutkan beberapa karakteristik masyarakat majemuk, sebagai berikut Terjadinya segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang seringkali memiliki subkebudayaan yang berbeda satu sama lain. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer. Kurang mampu mengembangkan konsensus di antara para anggota-anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar. Secara relatif sering kali mengalami konflik-konflik di antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Secara relatif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan coercion dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok yang lain Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Bentuk Partisipasi Beserta Faktor Dan Prinsipnya Dalam Bermasyarakat Konfigurasi Etnis Masyrakat Majemuk Dr. Nasikun menyatakan bahwa berdasarkan konfigurasinya, masyarakat majemuk dapat dibedakan ke dalam empat kategori, yaitu Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan Masyarakat majemuk dengan fragmentasi Kategori pertama merupakan masyarakat majemuk yang terdiri atas sejumlah kelompok etnik yang kurang lebih seimbang, sehingga untuk mencapai integrasi sosial atau pemerintahan yang stabil diperlukan koalisi lintas-etnis. Kategori kedua dan ketiga merupakan varian-varian masyarakat majemuk yang memiliki konfigurasi etnik yang tidak seimbang, di mana salah satu kelompok etnik tertentu kelompok mayoritas pada kategori kedua dan kelompok minoritas pada kategori ketiga memiliki competitive advantage yang strategis di hadapan kelompok-kelompok yang lain. Masyarakat majemuk dengan kategori keempat dengan fragmentasi meliputi masyarakat-masyarakat yang terdiri atas sejumlah besar kelompok etnik, semuanya dengan jumlah anggota yang kecil dan tidak satupun memiliki posisi politik yang dominan dalam masyarakat. Kehidupan politik dalam masyarakat dengan konfigurasi demikian sangatlah labil, karena ketidakmampuan membangun coalition building yang diperlukan untuk mengakomodasi konflik-konflik yang pada umumnya bersifat anarkhis sebagai akibat dari kecurigaan etnik dan hadirnya pemerintahan yang otoriterian. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Masyarakat Madani – Pengertian, Karakteristik, Ciri, Sejarah, Konsep, Unsur, Pilar, Para Ahli Kemajemukan Berdasarkan Ras Ras merupakan suatu golongan manusia dengan memiliki ciri tubuh tertentu dalam suatu frekuensi yang besar. Ras merupakan suatu hal yang ditinjau secara biologis, bukan ditinjau secara sosiokultural. Jadi pengertian ras melibatkan ciri-ciri yang dimiliki seseorang, yang dengan demikian, secara umum, klasifikasi ras didasarkan pada ciri biologis atau fisik. Yang pada umumnya manusia di dunia ini dibedakan ke dalam tiga kelompok ras utama. Ketiga kelompok ras utama tersebut ialah ras Mongoloid, Kaukasoid dan Negroid. Yang secara garis besar, tanda-tanda fisik yang digunakan untuk mengklasifikasikan ras, antara lain bentuk badan, bentuk kepala, bentuk muka, bentuk tulang rahang bawah, bentuk hidung, warna kulit, warna mata, warna rambut dan bentuk rambut. Dalam hal ini dari ketiga kelompok ras diatas, terdapat dua kelompok yang hidup saling berhubungan, saling memengaruhi dan saling berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia yakni Melayu Mongoloid dan Papua Melanesoid. Kelompok ras Melayu Mongoloid umumnya hidup di Pulau Sumatera, Pulau Jawa dan Madura, Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya. Adapun kelompok ras Papua Melanesoid umumnya hidup di Pulau Irian “Papua” dan pulau-pulau sekitarnya. Dan sementara itu, kelompok ras Negrito dan Weddoid merupakan saudara-saudara kita yang masih hidup secara terisolir di daerah pedalaman. Mereka masih sulit untuk membaur dengan saudara-saudaranya dari kelompok ras/suku bangsa lain yang memang lebih dahulu mengalami kemajuan dan saling berintegrasi. Selain keempat kelompok ras tersebut, masyarkat Indonesia diperkaya dengan kelompok ras yang lain yakni kelompok keturunan Cina “termasuk ras mongoloid” dan kelompok keturunan Arab, Pakistan, India dan sebagainya “termasuk ras Kaukasoid”. Mereka ini termasuk kelompok ras pendatang di luar ras pendudukan asli atau pribumi, seperti telah dibahas di atas ras ialah suatu konsepsi biologis yang berdasarkan ciri-ciri fisik dan bukan suatu konsepsi kebudayaan. Dengan demikian, pengertian ras tidak berjalan sejajar dengan pengertian kebudayaan, dengan kata lain, perbedaan ras tidak menentukan perbedaan bahasa, adat istiadat, apalagi agama. Misalnya kelompk ras melayu Mengoloid seperti yang terdapat dalam suku bangsa Bali dan Jawa, yang keduanya memiliki bahasa, adat istidata, maupun agama yang saling berbada, meskipun berasal dari ras yang sama. Bahasa-bahasa yang digunakan oleh suku yang ada di Indonesia termasuk satu keluarga yakni keluarga bahasa Austronesia. Yang dalam pergauolan sosial masyarakat di Indonesia, perbedaan sifat-sifat fisik antara kelompok yang satu dan kelompok yang lain tidak memberikan pengertian adanya superioritas, yang artinya tidak ada suatu kelompok yang berdasarkan ciri fisik tertentu dianggap lebih istimewa atau lebih unggul dibandingkan dengan kelompok lain. Untuk masyarakat Indonesia tidak menganut pagam rasialisme yakni suatu paham yang menyakini bahwa kelompok ras tertentu lebih tinggi statusnya dibandingkan dengan kelompok ras lain. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan “Masyarakat Ekonomi Eropa” Definisi & Sejarah – Tujuan Sebab Terjadinya Pluralitas Masyrakat Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa pluralitas masyarakat Indonesia yang demikian itu terjadi sebagai berikut Faktor Yang pertama, keadaan geografik wilayah Indonesia yang terdiri atas kurang lebih tiga ribu pulau yang terserak di sepanjang equator kurang lebih tiga ribu mil dari timur ke barat, dan seribu mil dari utara selatan, merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap terjadinya pluralitas sukubangsa di Indonesia. Tentang berapa jumlah sukubangsa yang sebenarnya ada di Indonesia, ternyata terdapat berbagai pendapat yang tidak sama di antara para ahli ilmu kemasyarakatan. Hildred Geertz misalnya menyebutkan adanya lebih kurang tiga ratus sukubangsa di Indonesia, masing-masing dengan bahasa dan identitas kultural yang berbeda-beda. Skinner menyebutkan adanya lebih dari 35 sukubangsa di Indonesia, masing-masing dengan adat istiadat yang tidak sama. Lebih dari sekedar menyebutkan banyaknya sukubangsa di Indonesia, Skinner menggambarkan juga perbandingan besarnya sukubangsa-sukubangsa tersebut. Beberapa sukubangsa yang paling besar sebagaimana disebut oleh Skinner adalah Jawa, Sunda, Madura, Mingangkabau, dan Bugis. Kemudian ada beberapa sukubangsa yang lain yang cukup besar, yaitu Bali, Batak Toba, dan Sumbawa. Mengikuti pengertian sukubangsa yang dikemukakan oleh para ahli antropologi, Dr. Nasikun menggolongkan orang-orang Tionghoa sebagai salah satu sukubangsa di Indonesia, dan berdasarkan laporan Biro Pusat Statistik, dan berdasarkan perkiraan tambahan penduduk golongan Tionghoa 3 persen, serta dengan mengingat kurang lebih orang Tionghoa kembali ke Tiongkok selama tahun 1959 dan 1960, diperkirakan jumlah orang Tionghoa yang tinggal di Indonesia pada tahun 1961 sebanyak 2,45 juta orang, sementara penduduk pribumi waktu itu diperkirakan juta orang. Walaupun jumlah orang Tionghoa sangat kecil dibandingkan dengan penduduk pribumi, tetapi mengingat kedudukan mereka yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi, mereka sangat mempengaruhi hubungan mereka dengan sukubangsa-sukubangsa yang lain yang secara keseluruhan disebut pribumi. Faktor kedua yang menyebabkan pluralitas masayarakat Indonesia adalah kenyataan bahwa Indonesia terletak di antara Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik. Keadaan ini menjadikan Indonesia menjadi lalu lintas perdagangan, sehingga sangat mempengaruhi terciptanya pluralitas agama di dalam masyarakat Indonesia. Telah sejak lama masyarakat Indonesia memperoleh berbagai pengaruh kebudayaan bangsa lain melalui para pedagang asing. Pengaruh yang pertama kali menyentuh masyarakat Indonesia adalah agama Hindu dan Budha dari India sejak kurang lebih empat ratus tahun sebelum masehi. Hinduisme dan Budhaisme pada waktu itu tersebar meliputi daerah yang cukup luas di Indonesia, serta lebur bersama-sama dengan kebudayan asli yang telah hidup dan berkembang lebih dulu. Namun, pengaruh Hindu dan Budaha terutama dirasakan di Pulau Jawa dan Pulau Bali. Faktor ketiga, iklim yang berbeda-beda dan struktur yang tidak sama di antara berbagai daerah di kepulauan Nusantara, telah mengakibatkan pluralitas regional. Perbedaan curah hujan dan kesuburan tanah merupakan kondisi yang menciptakan dua macam lingkungan ekologis yang berbeda, yakni daerah pertanian basah wet rice cultivation yang terutama banyak dijumpai di Pulau Jawa dan Bali, serta daerah ladang shifting cultivation yang banyak dijumpai di luar Jawa. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan “Masyarakat Ekonomi Asean” Pengertian & Tujuan – Kesiapan Perbedaan Masyarakat Majemuk dan Multikulturalime Pada banyak buku sering orang menyamakan antara kedua istilah tersebut. Masyarakat majemuk adalah masyarakat multikultural. Memang bila dikaji secara bahasa ringan, kedua kata tersebut sekilas sama “majemuk” dan “multi-kultur”. Mengapa demikian? Pendapat tokoh yang mempopulerkannya dan kita tanpa menelaah lebih panjang lagi mengadopsi apa adanya. Konsepnya masyarakat majemuk adalah dasar terbentuknya masyarakat multikultural. Masyarakat multikultural sudah pasti masyarakat Masyarakat majemuk adalah suatu kondisi dimasyarakat yang terdiri dari berbagai perbedaan diferensiasi sosial yang terdiri dari berbagai strata, ekonomi, ras, suku bangsa, agama dan budaya yang berjalan dengan apa adanya. Masyarakat ini masih seperti masyarakat pada umumnya dengan berbagai realitas sosial, masih terdapat konflik, pertentangan dan realitas sosial masyarakat multikultural adalah suatu kondisi masyarakat yang majemuk yang telah tercapai sebuah keteraturan dan keharmonisan dalam masyarakat. Pada masyarakat ini, dengan banyaknya diferensiasi sosial masyarakat tercipta suatu keharmonisan, saling menghargai, kesederajatan dan mempunyai kesadaran tanggungjawab sebagai satu kesatuan. Contohnya Masyarakat Indonesia dapat dikategorikan masyarakat majemuk, dengan segala perbedaan dan konflik yang senantiasa menghiasi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Sedangkan masyarakat multikultural dapat kita contohkan masyarakat pada zaman para-Nabi. Dengan banyaknya perbedaan, sikap rukun saling menghargai, hidup berdampingan dan saling membantu adalah cita-cita setiap masyarakat didunia. Hubungan Dominan dan Minoritas Dalam Masyarakat Majemuk Kelompok minoritas adalah orang-orang yang karena ciri-ciri fisik tubuh atau asal-usul keturunannya atau kebudayaannya dipisahkan dari orang-orang lainnya dan diperlakukan secara tidak sederajad atau tidak adil dalam masyarakat dimana mereka itu hidup. Karena itu mereka merasakan adanya tindakan diskriminasi secara kolektif. Mereka diperlakukan sebagai orang luar dari masyarakat dimana mereka hidup. Mereka juga menduduki posisi yang tidak menguntungkan dalam kehidupan sosial masyarakatnya, karena mereka dibatasi dalam sejumlah kesempatan-kesempatan sosial, ekonomi, dan politik. Mereka yang tergolong minoritas mempunyai gengsi yang rendah dan seringkali menjadi sasaran olok-olok, kebencian, kemarahan, dan kekerasan. Posisi mereka yang rendah termanifestasi dalam bentuk akses yang terbatas terhadap kesempatan-kesempatan pendidikan, dan keterbatasan dalam kemajuan pekerjaan dan profesi. Keberadaan kelompok minoritas selalu dalam kaitan dan pertentangannya dengan kelompok dominan, yaitu mereka yang menikmati status sosial tinggi dan sejumlah keistimewaan yang banyak. Mereka ini mengembangkan seperangkat prasangka terhadap golongan minoritas yang ada dalam masyarakatnya. Prasangka ini berkembang berdasarkan pada adanya 1 perasaan superioritas pada mereka yang tergolong dominan; 2 sebuah perasaan yang secara intrinsik ada dalam keyakinan mereka bahwa golongan minoritas yang rendah derajadnya itu adalah berbeda dari mereka dantergolong sebagai orang asing; 3 adanya klaim pada golongan dominan bahwa sebagai akses sumber daya yang ada adalah merupakan hak mereka, dan disertai adanya ketakutan bahwa mereka yang tergolong minoritas dan rendah derajadnya itu akan mengambil sumberdaya-sumberdaya tersebut. Dalam pembahasan tersebut di atas, keberadaan dan kehidupan minoritas yang dilihat dalam pertentangannya dengan dominan, adalah sebuah pendekatan untuk melihat minoritas dengan segala keterbatasannya dan dengan diskriminasi dan perlakukan yang tidak adil dari mereka yang tergolong dominan. Dalam perspektif ini, dominan-minoritas dilihat sebagai hubungan kekuatan. Kekuatan yang terwujud dalam struktur-struktur hubungan kekuatan, baik pada tingkat nasional maupun pada tingkat-tingkat lokal. Bila kita melihat minoritas dalam kaitan atau pertentangannya dengan mayoritas maka yang akan dihasilkan adalah hubungan mereka yang populasinya besar mayoritas dan yang populasinya kecil minoritas. Perspektif ini tidak akan dapat memahami mengapa golongan minoritas didiskriminasi. Karena besar populasinya belum tentu besar kekuatannya. Konsep diskriminasi sebenarnya hanya digunakan untuk mengacu pada tindakan-tindakan perlakuakn yang berbeda dan merugikan terhadap mereka yang berbeda secara askriptif oleh golongan yang dominan. Yang termasuk golongan sosial askriptif adalah suku bangsa termasuk golongan ras, kebudayaan sukubangsa, dan keyakinan beragama, gender atau golongan jenis kelamin, dan umur. Berbagai tindakan diskriminasi terhadap mereka yang tergolong minoritas, atau pemaksaan untuk merubah cara hidup dan kebudayaan mereka yang tergolong minoritas atau asimilasi adalah pola-pola kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat majemuk. Berbagai kritik atau penentangan terhadap dua pola yang umum dilakukan oleh golongan dominan terhadap minoritas biasanya tidak mempan, karena golongan dominan mempunyai kekuatan berlebih dan dapat memaksakan kehendak mereka baik secara kasar dengan kekuatan militer dan atau polisi atau dengan menggunakan ketentuan hukum dan berbagai cara lain yang secara sosial dan budaya masuk akal bagi kepentingan mereka yang dominan. Menurut pendapat saya, cara yang terbaik adalah dengan merubah masyarakat majemuk plural society menjadi masyarakat multikultural multicultural society, dengan cara mengadopsi ideologi multikulturalisme sebagai pedoman hidup dan sebagai keyakinan bangsa Indonesia untuk diaplikasikan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Masyarakat Majemuk adalah sebuah ideologi yang menekankan pengakuan dan penghargaan pada kesederajatan perbedaan kebudayaan. Tercakup dalam pengertian kebudayaan adalah para pendukung kebudayaan, baik secara individual maupun secara kelompok, dan terutma ditujukan terhadap golongan sosial askriptif yaitu sukubangsa dan ras, gender, dan umur. Ideologi multikulturalisme ini secara bergandengan tangan saling mendukung dengan proses-proses demokratisasi, yang pada dasarnya adalah kesederajatan pelaku secara individual HAM dalam berhadapan dengan kekuasaan dan komuniti atau masyarakat setempat. Sehingga upaya penyebarluasan dan pemantapan serta penerapan ideologi multikulturalisme dalam masyarakat Indonesia yang majemuk, mau tidak mau harus bergandengan tangan dengan upaya penyebaran dan pemantapan ideologi demokrasi dan kebangsaan atau kewarganegaraan dalam porsi yang seimbang. Sehingga setiap orang Indoensia nantinya, akan mempunyai kesadaran tanggung jawab sebagai orang warga negara Indonesia, sebagai warga sukubangsa dankebudayaannya, tergolong sebagai gender tertentu, dan tergolong sebagai umur tertentu yang tidak akan berlaku sewenang-wenang terhadap orang atau kelompok yang tergolong lain dari dirinya sendiri dan akan mampu untuk secara logika menolak diskriminasi dan perlakuan sewenang-wenang oleh kelompok atau masyarakat yang dominan. Program penyebarluasan dan pemantapan ideologi multikulturalisme perlu dilakukan melalui pendidikakn dari SD Sekolah Menengah Atas, dan juga S1 Universitas. Melalui tulisan ini saya juga ingin mengusulkan bahwa ideologi multikulturalisme seharusnya juga disebarluaskan dan dimantapkan melalui program-program yang diselenggarakan oleh LSM yang yang sejenis. Mengapa perjuangan anti-diskriminasi terhadap kelompok-kelompok minoritas dilakukan melalui perjuangan menuju masyarakat multikultural? Karena perjuangan anti-diskriminasi dan perjuangan hak-hak hidup dalam kesederajatan dari minoritas adalah perjuangan politik, dan perjuangan politik adalah perjuangan kekuatan. Perjuangan kekuatan yang akan memberikan kekuatan kepada kelompok-kelompok minoritas sehingga hak-hak hidup untuk berbeda dapat dipertahankan dan tidak tidak didiskriminasi karena digolongkan sebagai sederajad dari mereka yang semula menganggap mereka sebagai dominan. Perjuangan politik seperti ini menuntut adanya landasan logika yang masuk akal di samping kekuatan nyata yang harus digunakan dalam penerapannya. Logika yang masuk akal tersebut ada dalam multikulturalisme dan dalam demokrasi. Upaya yang telah dan sedang dilakukan terhadap lima kelompok minoritas di Indonesia oleh LSM, untuk meningkatkan derajad mereka, mungkin dapat dilakukan melalui program-program pendidikan yang mencakup ideologi multikulturalisme dan demokrasi serta kebangsaan, dan berbagai upaya untuk menstimuli peningkatan kerja produktif dan profesi. Sehingga mereka itu tidak lagi berada dalam keterbelakangan dan ketergantungan pada kelompok-kelompok dominan dalam masyarakat setempat dimana kelompok minoritas itu hidup. DAFTAR PUSTAKA 1. Nasikun. 1984. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta PT Grafiti Pers. 2. Nasikun. 1990. Masyarakat Majemuk dan Dinamika Integrasi Nasional. Suatu Tinjauan Sosiologis. Makalah disampaikan pada Seminar Pluralitas, Kesenjangan Sosial, dan Integrasi Nasional dalam rangka HUT KNPI ke17, 23 Juli 1990 di Surabaya. Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari Ciri Khas Yang Menunjukkan Kemajemukan Bangsa Indonesia Yaitu. Bangsa indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari sekitar. Terbentuknya kemajemukan masyarakat indonesia karena Sikap toleransi antar umat beragama Mbah Karno from dominan yang menunjukkan kemajemukan masyarakat indonesia yaitu ras, suku bangsa, budaya, serta agama atau kepercayaan. Menurut statistik badan pusat statistik 2010, indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa, termasuk. Pernah dijajah oleh bangsa yang sama Dijajah Oleh Bangsa Yang kemajemukan masyarakat indonesia karena Kondisi wilayah negara kesatuan republik indonesia yang terdiri kurang lebih ± buah pulau besar dan kecil berkembang melahirkan keragaman budaya. Ciri khas indonesia yang keempat yaitu candi Borobudur Ini Merupakan Candi Budha Terbesar Yang khas yang menunjukkan kemajemukan bangsa indonesia, yaitu. Bangsa indonesia merupakan bangsa besar yang memiliki karakteristik menonjol, yaitu terletak pada kemajemukan masyarakatnya. Kemajemukan masyarakat indonesia juga terlihat dalam keragaman budaya masyarakat indonesia yang telah menjadi ciri khas suatu suku yang disebabkan oleh letak geografis indonesia serta iklim dan topografi Indonesia Tersebar Dari Sabang Sampai Merauke, Terdiri Dari Berbagai Macam Agama, Suku Bangsa, Budaya, Dan indonesia yang beragam tidak heran menjadi ciri khas bangsa yang harus dilestarikan. Latar belakang kemajemukan bangsa indonesia. Bangsa indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari Singapura, Filipina, Samudera satu cara untuk melanggengkan. Jangan sampai ciri khas ini tidak lagi dimiliki oleh penerus bangsa nantinya karena sudah terlanjur rusak akibat penanganan yang kurang tepat. Siapa yang tak mengenal salah satu keajaiban dunia Khas Yang Menunjukkan Kemajemukan Bangsa Indonesia, Yaitu Ada Bahasa Dan Budaya Yang khas yang menunjukkan kemajemukan bangsa indonesia, yaitu keberagaman budaya, suku,. Faktor dominan yang menunjukkan kemajemukan masyarakat indonesia yaitu ras, suku bangsa, budaya, serta agama atau kepercayaan. Ciri khas yang menunjukkan kemajemukan bangsa indonesia, yaitu. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Negara Indonesia dikenal dengan negara yang sangat kaya sekali akan keanekaragaman dan sumber daya alamnya. Keanekaragaman ini menjadi salah satu faktor penyebab adanya kemajemukan masyarakat di Indonesia. Kemajemukan masyarakat Indonesia sendiri berarti bahwa adanya perbedaan warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok secara horizontal. Walaupun adanya masyarakat yang majemuk ini, sesuai dengan semboyan negara Indonesia yaitu “ Bhinneka Tunggal Ika “ yang artinya walaupun berbeda beda tetapi tetap satu jua. Semboyan ini merupakan fondasi kita agar tetap menjaga toleransi dan juga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan yang kamu apa saja yang membuat Indonesia ini memiliki masyarakat yang majemuk? Dapat kita ketahui bahwa Indonesia memiliki banyak sekali pulau-pulau. Baik pulau besar maupun pulau kecil. Hal ini dapat berkembang melahirkan sebuah budaya. Kemudian dilihat dari letak Indonesia yang strategis pada posisi silang, sehingga memungkinkan terjadinya kontak dengan bangsa-bangsa lain yang dapat mengakibatkan adanya pertemuan dengan pendatang yang dapat menyebabkan terciptanya proses asimilasi melalui perkawinan campuran amalgamasi sehingga terbentuk ras dan etnis. Perbedaan iklim dan topografi juga mengakibatkan terbentuknya aneka budaya kelompok masyarakat. Nah, kemajemukan masyarakat Indonesia ini juga disebabkan oleh beberapa hal yang dapat dilihat antara lain berdasarkan ras, etnis, dan masyarakat berdasarkan ras. Ras sendiri memiliki arti yaitu segolongan manusia yang memiliki persamaan dalam ciri-ciri fisik dan sifat-sifatnya yang diwariskan secara turun temurun. Setiap manusia memiliki fisik yang berbeda beda pastinya. Mulai dari warna kulit, bentuk, warna rambut, bentuk hidung, dan mata. Dengan adanya perbedaan ras ini seringkali timbul adanya “ streotipe”. Streotipe adalah pikiran yang berprasangka yang didasarkan pada kesan umum yang dipercayai tentang sifat-sifat dan karakter suatu kelompok ras tertentu. Contoh dari permasalahan ini seperti, politik “ Aparthied” di Afrika Selatan yang membatasi secara hokum dan politik warga negara kulit hitam oleh kelompok minoritas kulit putih. Nenek moyang Indonesia pun juga merupakan campuran penduduk asli dengan bangsa asing seperti ; bangsa Melayu Mongoloid, bangsa Papua Melanosoid, dan bangsa Vedoid. Lalu, kemajemukan masyarakat berdasarkan suku bangsa. Suku bangsa merupakan penggolongan manusia berdasarkan tempat asal, asal-usul nenek moyang dan kebudayaan yang sama. Suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara ini mempengaruhi keragaman budaya bangsa Indonesia. Misalnya terlihat dalam system kekerabatan, yang dimana masing-masing suku bangsa menganut klem garis keturunan. Contohnya seperti Batak Marpaung, Lubis, Sihotang, dll. Minang Cianogo, Koto, Tanjung, dll. Minahasa Supit, Lasut, Manadagi, dll. Maluku Manahutu, Guslaw, Pattinasarani, dll Terakhir yaitu, kemajemukan masyarakat berdasarkan agama. Agama adalah kepercayaan kepada alam gaib yang telah mengenal berbagai kepercayaan kepada alam gaib tanpa dituntun oleh kitab suci. Di Indonesia sendiri terdapat lima agama, yaitu islam, Kristen, khatolik, budha, dan hindu. Beberapa dari masyarakat Indonesia juga percaya akan kepercayaan yang dibawa oleh nenek moyang terdahulu. Berikut beberapa jenis kepercayaan yang masih diyakini oleh beberapa masyarakat Indonesia, seperti animisme dan dinamisme. Animisme yaitu kepercayaan kepada roh-roh nenek moyang dan roh lainnya dari makhluk dan benda alam. Sedangkan dinamisme yaitu kepercayaan kepada semua benda hidup maupun mati yang dianggap mempunyai kekuatan gaib dan luar keberagaman masyarakat Indonesia juga dapat memberikan pengaruh dalam berbagai kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini menjadi tantangan bagi kita untuk tetap mempertahankan adanya persatuan dan kesatuan dan meningkatkan sikap saling menghargai di tengah perbedaan yang ada. Hal-hal yang dapat terpengaruh dengan adanya kemajemukan ini, yaitu konflik sosial dan integrasi konflik social telah memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia yang majemuk seringkali menghadapi masalah dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, hal ini merupakan tantangan bagi kita semua sebagai masyarakat Indonesia untuk tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan. Contoh permasalahan yang terjadi dalam kehidupan social seperti adanya SARA suku,agama,ras, dan antar golongan. Hal ini biasanya disebabkan karena kurangnya toleransi yang terjadi di antara beberapa golongan masyarakat, adanya perbedaan pendirian dan perasaan antar individu, dan adanya perbedaan kebudayaan yang berkaitan dengan tata nilai. Adanya konflik sosial juga memberikan dampak positif dan negatif, yaitu seperti berikut. Untuk dampak positifnya seperti ; bertambahnya solidaritas yang merasa senasib dan sepenanggungan, perubahan kepribadian para individu dengan sadar akan kekurangan dirinya, dan dapat menyelesaikan suatu masalah. Sedangkan untuk dampak negatifnya yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok, hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia, dan perubahan kepribadian yang tidak menyenangkan, merasa cemas, dan lainnya yaitu adanya integrasi sosial. Integrase adalah penyatuan secara terencana dari bagian-bagian yang berbeda menjadi satu kesatuan yang serasi. Hal ini menyebabkan masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang bulat. Dalam integrasi sosial ini membutuhkan adanya proses yang harus berjalan dengan baik agar menjadi satu kesatuan yang serasi. Jadi, di tengah arus modern saat ini membuat kita sebagai warga negara yang baik, untuk tetap mempertahankan dan menjaga persatuan dan kesatuan di tengah adanya berbagai perbedaan. Tentu saja kita membutuhkan sebuah landasan agar tetap menjadi bangsa yang satu, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Sekali pun berada dalam satu kesatuan, tetapi tetap selalu ingat bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia berbeda-beda dalam satu kemajemukan. Dan akan selalu menjadi indah jika kita menghargai adanya perbedaan tersebut. Lihat Humaniora Selengkapnya

ciri khas yang menunjukkan kemajemukan bangsa indonesia yaitu