aliran arus pada sistem wiper

30Questions Show answers. Untuk mengisi kembali energi listrik pada battery yang telah terpakai, sehingga battery selalu dalam kondisi penuh fungsi dari. Komponen sistem pengisian pada mobil terdiri dari. Pada mobil terdapat komponen yang mampu merubah gerak putar menjadi energi listrik yaitu. Padasistem ini pipa distribusi di dalam gedung disambung langsung dengan pipa utama penyediaan air bersih. Sistem seperti ini dapat diterapkan untuk perumahan 2.2.6 Laju Aliran Air Dalam perancangan sistem penyediaan air bersih suatu bangunan, kapasitas peralatan dan ukuran pipa-pipa didasarkan pada jumlah dan laju aliran air PemanfaatanAliran Air untuk Sistem Monitoring Arus dan Tegangan pada Generator Mikrohidro Berbasis Web ABSTRACT Electrical energy can be obtained from various sources including water, wind, sunlight, geothermal, oil, coal to nuclear. 21.3 Profil Aliran . saluran pembuangan dalam studi “Perencanaan Sistem Drainase Rumah Sakit Mitra Keluarga Kenjeran, Surabaya” ini menggunakan metode tahapan langsung (direct step). Analisis arus balik air pada saluran terbuka diperlukan untuk menentukan sampai berapa jauh pengaruh kenaikan muka air akibat arus air balik (Amri dkk, 2014). Bisniscom, PEKANBARU -- Aliran listrik di sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Senin (4/7/2022) malam, turut padam akibat dampak gangguan listrik di SUTT Lahat-Bukit Asam Sumatra Selatan yang terjadi pada Senin malam, sekitar pukul 18.31 WIB.. Manager Komunikasi dan TJSL PLN Riau Kepri Tajuddin Nur mengakui memang terjadi Site De Rencontres Femmes Et Hommes Mariés. A wiper is a device used to clean rainwater and particles from glass that can block the vision of heavy equipment operators during rainy weather. To clean rainwater from the glass, the operator must activate the wiper switch. When the operator is focused on work often the operator forgets to turn on the windshield wipers or turns off the windshield wipers, it can disturb the operator's concentration especially on the machine when working. Automatic wipers are devices that detect rainwater with the help of a raindrop sensor FC 37 to activate the wiper motor without the need to activate the switch. With this automatic wiper the operator can comfortably work when the weather is rainy. The purpose of making a microcontroller arduino ino R3 based automatic wiper simulation tool is as a learning media for wiper electrical system applications on heavy equipment. The results obtained from simulation testing based on the standard operating procedures that have been made and successfully work well without problems. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Jurnal Teknologi MEDIA PERSPEKTIF Vol. 12, No. 1, Juni 2020, pp. 42~51 ISSN 2723-6099 [e] - ISSN 1214-3819 [p] Rancang Bangun Alat Simulasi Wiper…, Abd. Halim, Abdul Muis, Abdul Halik, Muhammad Saiful 42 Rancang Bangun Alat Simulasi Wiper Otomatis Berbasis Microcontroller Sebagai Media Pembelajaran Wiper Electrical System Alat Berat Abdul Halim1*, Abdul Muis2, Abdul Halik3, Muhammad Saiful4 123Program Studi Teknik Alat Berat Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Samarinda, KALTIM, 75131, Indonesia 4Alumni D3 Program Studi Teknik Alat Berat POLNES Coop. PT. Trakindo Utama, KALTIM, 75131, Indonesia Article Info ABSTRAK Article history Received March 02nd, 2020 Revised May 15th, 2020 Accepted May 28th, 2020 Wiper adalah perangkat yang digunakan untuk membersihkan air hujan dan partikel dari kaca yang dapat menghalangi penglihatan dari operator alat berat ketika cuaca hujan. Untuk membersihkan air hujan dari kaca, operator harus mengaktifkan switch wiper. Ketika operator sedang fokus dalam pekerjaan sering kali operator lupa mengaktifkan wiper atau mematikan wiper, hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi operator khususnya pada alat berat saat bekerja. Wiper otomatis merupakan perangkat yang mendeteksi air hujan dengan bantuan raindrop sensor FC 37 untuk mengaktifkan motor wiper tanpa perlu mengaktifkan switch. Dengan adanya wiper otomatis ini operator dapat dengan nyaman bekerja ketika cuaca sedang hujan. Tujuan dari membuat alat simulasi wiper otomatis berbasis mikrokontroler arduino uno R3 adalah sebagai media pembelajaran sistim kelistrikan wiper aplikasi di alat berat. Hasil yang diperoleh dari pengujian simulasi berdasarkan SOP yang telah dibuat dan berhasil bekerja dengan baik tanpa problem. Kata kunci Simulasi, Wiper otomatis, Mikrokontroler, Alat berat ABSTRAK A wiper is a device used to clean rainwater and particles from glass that can block the vision of heavy equipment operators during rainy weather. To clean rainwater from the glass, the operator must activate the wiper switch. When the operator is focused on work often the operator forgets to turn on the windshield wipers or turns off the windshield wipers, it can disturb the operator's concentration especially on the machine when working. Automatic wipers are devices that detect rainwater with the help of a raindrop sensor FC 37 to activate the wiper motor without the need to activate the switch. With this automatic wiper the operator can comfortably work when the weather is rainy. The purpose of making a microcontroller arduino ino R3 based automatic wiper simulation tool is as a learning media for wiper electrical system applications on heavy equipment. The results obtained from simulation testing based on the standard operating procedures that have been made and successfully work well without problems. Keywords Simulation, Automatic wiper, Microcontroller, Heavy equipment Copyright © 2020 Jurnal Teknologi MEDIA PERSPEKTIF All rights reserved Corresponding Author Abd. Halim Department of Mechanical Engineering Politeknik Negeri Samarinda, Jl, Ciptomangunkusumo Kampus Gunung Lipan, Samarinda 75131, Indonesia Email halim72 Vol. 12, No. 1, Juni 2020, pp. 41~51 ISSN 2723-6099 [e] - ISSN 1214-3819 [p] Rancang Bangun Alat Simulasi Wiper…, Abd. Halim, Abdul Muis, Abdul Halik, Muhammad Saiful 43 1. PENDAHULUAN Wiper adalah perangkat yang digunakan untuk membersihkan air hujan dan partikel dari kaca depan atau belakang yang dapat menghalangi penglihatan dari operator. Hampir semua kendaraan bermotor termasuk kereta api, pesawat terbang, perahu dan terkhususnya alat berat dilengkapi dengan wiper. Wiper pertama kali diperkenalkan oleh seorang bernama Mary Anderson, saat itu cara kerja wiper dengan memutar-mutar handle dari dalam kabin untuk menggerakkan karet wiper yang menempel di bagian luar kaca. Sebuah wiper umumnya terdiri dari lengan berputar di satu ujung dengan pisau karet. Pisau berayun bolak-balik diatas kaca untuk mendorong air dan puing-puing dari permukaan kaca. Selama ini untuk menentukan kecepatan putaran pembiasnya dilakukan dengan cara manual yaitu dengan switch manual menyesuaikan intensitas hujan yang turun. Hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi operator khususnya pada alat berat saat bekerja. Selain faktor kelelahan dan banyaknya tuas atau handle yang harus dioperasikan, kondisi hujan yang turun juga mengharuskan operator untuk menghidupkan wiper. Hal ini menyebabkan hilangnya konsentrasi operator dan dalam waktu yang singkat akan sangat berbahaya, kondisi ini diperparah dengan ukuran unit yang sangat besar dan intensitas hujan yang deras, sehingga operator tidak bisa melihat kondisi di depannya. Dari permasalahan diatas, maka perlu dikembangkan suatu system hardware untuk melakukannya. Sistem ini menangkap kelembapan air hujan dengan sensor, kemudian secara otomatis data diproses di dalam mikrokontroller. Penggunaan mikrokontroller dikarenakan mikrokontroller saat ini banyak digunakan untuk kontrol sistem dan otomatisasi serta kemudahannya dalam diprogram. Penelitian terkait dengan penggunaan jenis wiper dengan pengontrolannya yang berbeda beberapa tahun terakhir. Pembuatan Alat simulasi pada sistem kelistrikan wiper sebagai media pembelajaran di SMK [1], perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah penulis pada sistem pengontrolan kerja wiper yang awalnya dikontrol secara manual, kemudian dibuat pengontrolan secara otomastis oleh sensor hujan raindrop sensor yang di kontrol oleh mikrokontroler. Pembuatan prototype pembersih otomatis solar panel, membuat sistem kendali intensitas debu dan waktu untuk kebutuhan alat pembersih otomatis solar panel, proses pembacaan menggunakan sensor debu dan modul RTC, untuk penggerak wiper menggunakan motor servo [2]. Penelitian yang sama tapi dengan obyek yang berbeda yaitu memanfaatkan sensor hujan untuk sistim jemuran pintar [3]. Begitupula sistem peringatan dini banjir menerapkan modul FC-37 [4] dan perancangan sebuah sistem monitoring pendeteksian hujan dan suhu berbasis sensor secara real time [5]. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, permasalahan yang akan diungkapkan dalam penelitian ini bagaimana desain dan program yang digunakan pada microcontroller dan cara menggerakan motor wiper secara otomatis dengan sensor yang digunakan sebagai alat simulasi pada electrical system wiper alat berat. Kajian Teoritis Pengaplikasian Wiper Otomatis pada Alat Berat Alat berat didesain untuk melakukan pekerjaan konstruksi pembangunan, beberapa unit alat berat sering kali tidak beroperasi ketika cuaca dalam keadaan hujan deras. Sehingga pengaplikasian wiper otomatis ini digunakan pada beberapa alat berat yang memungkinkan bekerja ketika cuaca hujan yang tidak deras. Beberapa diantaranya adalah track type tractor, excavator, bachoe loader, grader, semua merupakan machine yang digunakan untuk road maintenance dan penggalian untuk memindahkan material dari suatu area, dan menempatkannya ke tempat lain. Sistem Wiper Sistem wiper merupakan pembersih kaca yang berfungsi menghilangkan air hujan, salju, debu, lumpur, dan kotoran-kotoran lainnya yang menempel pada kaca, sehingga wiper termasuk komponen yang sangat penting untuk keselamatan operator, khususnya operator alat berat. Kaca pada unit alat berat diharapkan selalu dalam kondisi bersih, sehingga operator mempunyai visibilitas yang jelas terhadap kondisi jalan yang dilaluinya. Jika hal ini diabaikan, maka akan membahayakan keselamatan operator maupun orang lain. Oleh karena itu, unit alat berat yang dilengkapi dengan kaca depan harus dilengkapi wiper sebagai pembersih air hujan, untuk menghindari mengurangnya penglihatan ketika mengemudikan unit alat berat di jalan. Wiper terdiri dari motor wiper, wiper link, wiper arm, dan wiper blade . kelengkapan lainnya pada wiper adalah intermitten bekerja lambat dan mempunyai jeda berselang. Wiper mempunyai beberapa komponen dapat dilihat secara langsung dan ada juga yang tidak dilihat secara langsung atau berada dibalik bodi unit. Komponen-komponen yang dapat dilihat secara langsung antara lain wiper arm , wiper blade dan nozzle, sedangkan komponen-komponen yang tidak dapat dilihat secara langsung antara lain motor wiper, dan wiper link. Vol. 12, No. 1, Juni 2020, pp. 41~51 ISSN 2723-6099 [e] - ISSN 1214-3819 [p] Rancang Bangun Alat Simulasi Wiper…, Abd. Halim, Abdul Muis, Abdul Halik, Muhammad Saiful 44 Komponen Sistem Wiper Sistem wiper memiliki komponen dan sistem kelistrikan yang sederhana, sehingga nantinya akan mudah untuk mempelajari sistem wiper. Komponen-komponen pada sistem wiper secara umum antara lain sebagai berikut pada Tabel 1 Tabel 1. Komponen sistim wiper Switch Wiper berfungsi untuk mengaktifkan atau menghidupkan motor penggerak. Bila dihubungkan, arus listrik akan mengalir dari baterai, setelah melalui kunci kontak kemudian melewati fuse dan wiper motor. Switch ini umumnya mempunyai dua posisi, putaran lambat dan putaran cepat, namun ada juga yang mempunyai 3 posisi, yaitu posisi “intermitten” dimana motor akan aktif secara berkala selama selang beberapa waktu tertentu. Posis switch wiper A pada cabin operator [6]. Wiper Motor Motor wiper merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi sebagai penggerak dalam sistem wiper. Motor wiper yang digunakan adalah tipe besi magnet. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk menimbulkan medan magnet motor, tipe wound yang menggunakan lilitan coil untuk membuat elektro magnet, dan tipe ferrite magnet yang menggunakan ferrite magnet permanen. Pada saat ini ferrite magnet banyak digunakan dan dikembangkan karena lebih kompak, ringan, ekonomis serta menggunakan motor DC. Wiper link Wiper link berfungsi mengubah gerak putar dari motor wiper menjadi gerak bolak-balik pada poros wiper. Dalam mekanisme tipe paralel tandem, maka motor mulai memutarkan crank arm bila motor dihidupkan. Batang penghubung tarik-dorong dihubungkan dengan crank arm, menyebabkan arm bekerja untuk membuat gerak penghapusan setengah lingkaran mengelilingi poros pivot. Linking rod lain yang terpasang pada kerja arm selalu membuat gerak penghapusan setengah lingkaran secara paralel. Bila poros pivot kiri dan kanan berputar pada arah yang sama, maka lengan wiper kiri dan kanan dapat bekerja secara paralel. Wiper Arm Wiper arm terdiri dari head yang berfungsi untuk mengikaat wiper arm dengan wiper shaft, spring yang berfungsi untuk menahan blade, arm piece yang berfungsi untuk pemasangan blade serta retainer untuk menahan keseluruhannya. Vol. 12, No. 1, Juni 2020, pp. 41~51 ISSN 2723-6099 [e] - ISSN 1214-3819 [p] Rancang Bangun Alat Simulasi Wiper…, Abd. Halim, Abdul Muis, Abdul Halik, Muhammad Saiful 45 Wiper Blade Wiper blade terdiri dari sebuah karet untuk membersihkan permukaan kaca, suatu kombinasi dari leaf spring packing dan beberapa lever, dan clip untuk memasang blade pada bagian wiper arm. Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 [7] adalah papan mikrokontroler berdasarkan AT mega328P datasheet. Alat ini memiliki 14 pin input / output digital 6 lainnya dapat digunakan sebagai output PWM, 6 input analog, kristal kuarsa 16 MHz, koneksi USB, terminal listrik, header ICSP dan tombol reset. Alat ini berisi semua yang dibutuhkan untuk mendukung mikrokontroler. Cukup hubungkan ke komputer dengan kabel USB atau nyalakan dengan adaptor AC-to-DC atau baterai untuk menjalankannya. Gambar 1. Arduino Uno R3 ArduinoUno dapat diaktifkan melalui koneksi USB atau dengan catu daya eksternal. Sumber daya akan dipilih secara otomatis. Eksternal non-USB daya dapat berasal dari adaptor AC-DC atau baterai. Pada input adaptor AC-DC dapat dihubungkan dengan menancapkan sebuah konektor ukuran 2,1mm dengan pusat-positif ke colokan yang telah tersedia pada board. Sedangkan penggunaan baterai dapat dimasukkan ke dalam header pin Gnd dan Vindari konektor daya. ArduinoUnoR3 dapat beroperasi pada pasokan eksternal 6 sampai 20 volt. Meskipun ArduinoUnoR3 dapat diberi tegangan kurang dari 7V, namun hal ini mengakibatkan ketidakstabilan. Kemudian ketika menggunakan tegangan lebih dari 12V, regulator tegangan akan panas dan merusak papan. Tegangan yang disarankan adalah 7 sampai 12 volt [8][9][10]. Sensor Hujan FC 37 FC 37 Raindrop Raindrop sensor sensor hujan merupakan sebuah alat yang dapat mendeteksi hujan atau adanya cuaca hujan yang berada di sekitarnya, sensor ini dapat digunakan sebagai switch, saat adanya tetesan air hujan yang jatuh melewati raining board yang terdapat pada sensor, selain itu raindrop sensor dapat juga digunakan untuk mengukur intensitas curah hujan [11][12][13]. Output analog raindrop sensor digunakan untuk melakukan pendeteksian hujan, dengan kondisi nilai output sensor tinggi pada saat tidak mendeteksi hujan, sedangkan pada saat sensor mendeteksi hujan, nilai output sensor rendah. Gambar 2, memperlihatkan modul raindrop sensor [11]. Gambar 2. Sensor hujan FC 37 Vol. 12, No. 1, Juni 2020, pp. 41~51 ISSN 2723-6099 [e] - ISSN 1214-3819 [p] Rancang Bangun Alat Simulasi Wiper…, Abd. Halim, Abdul Muis, Abdul Halik, Muhammad Saiful 46 Fitur modul, Rain Board dan Control Board yang terpisah untuk kenyamanan yang lebih, indikator daya LED dan sensitivitas yang dapat disesuaikan dengan potensiometer, serta output data analog dapat digunakan untuk mendeteksi intensitas rintik air hujan. LCD Liquid Cristal Display 16 x 2 Gambar 3. LCD 16 x 2 Liquid cristal display adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai tampilan suatu data, baik karakter, huruf ataupun grafik. LCD adalah salah satu jenis display elektronik yang dibuat dengan teknologi CMOS logic yang bekerja dengan tidak menghasilkan cahaya tetapi memantulkan cahaya yang ada di sekelilingnya terhadap front-lit atau mentransmisikan cahaya dari back-lit. LCD Liquid Cristal Display berfungsi sebagai penampil data baik dalam bentuk karakter, huruf, angka ataupun grafik. Modul Relay Arduino Gambar 4. Modul Relay Relay berfungsi sebagai saklar otomatis. Prinsip kerja relay adalah elektromagnetik untuk merubah kondisi saklar yang dapat menghantarkan arus listrik dengan tegangan yang lebih tinggi. Ada dua macam jenis relay yaitu 1. Normally Close NC dengan kondisi awaI saklar selalu berada pada posisi tertutup. 2. Normally Open NO dengan kondisi awaI saklar seIaIu berada pada posisi terbuka. 2. METODOLOGI Untuk pembuatan alat simulasi wiper otomatis berbasis mikrokontroler ini ada beberapa tahap harus dilaksanakan. Gambar 3 memperlihatkan tahapan yang dilakukan dalam perancangan dan pembuatan alat, diawali dengan identifikasi masalah dan pengumpulan data, sampai pada pengujian alat apakah alat berfungsi sesuai dengan yang diinginkan atau tidak. Untuk membuat program yang baik dan sesuai dengan tujuan penelitian, maka terlebih dahulu dibuat rancangan program dalam suatu diagram alir flow chart dari program yang dibuat agar alat bekerja berdasarkan program yang diinginkan. Vol. 12, No. 1, Juni 2020, pp. 41~51 ISSN 2723-6099 [e] - ISSN 1214-3819 [p] Rancang Bangun Alat Simulasi Wiper…, Abd. Halim, Abdul Muis, Abdul Halik, Muhammad Saiful 47 Gambar 5. Diagram Alir Penelitian Setelah masalah telah di identifikasi kemudian masuk pada pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap technician atau operator alat berat dan mencari referensi pada internet ataupun modul pembelajaran untuk memperluas wawasan untuk membuat sebuah alat simulasi. Kemudian melakukan perencanaan dengan cara mempersiapkan bahan pada tabel 2 dan peralatan yang dipelukan pada tabel 3 untuk proses pembuatan alat simulasi. Tabel 2. Bahan-bahan Alat simulasi Vol. 12, No. 1, Juni 2020, pp. 41~51 ISSN 2723-6099 [e] - ISSN 1214-3819 [p] Rancang Bangun Alat Simulasi Wiper…, Abd. Halim, Abdul Muis, Abdul Halik, Muhammad Saiful 48 Tabel 3. Peralatan pembuatan alat simulasi wiper Desain dari alat simulasi pada gambar 4 perlu dibuat untuk mempermudah dalam proses perakitan alat, proses desain ini menggunakan sketchup 2017. Gambar 6. Desain alat Wiper otomatis Untuk rangkaian sistem arduino komponennya meliputi arduino uno, regulator, relay,sensor hujan, dan LCD , pada gambar dibawah merupakan rangkaian sistem kerja wiper otomatis. Gambar 7. Rangkaian arduino dan sensor hujan Vol. 12, No. 1, Juni 2020, pp. 41~51 ISSN 2723-6099 [e] - ISSN 1214-3819 [p] Rancang Bangun Alat Simulasi Wiper…, Abd. Halim, Abdul Muis, Abdul Halik, Muhammad Saiful 49 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari proses pembuatan dan pemrograman alat wiper otomatis ini berupa proses pengetesan alat secara mode manual dan mode otomatis. Proses ini dilakukan untuk membandingkan sistem kerja wiper yang masih di kontrol secara manual menggunakan switch dan otomatis menggunkan sensor hujan untuk menggerakan motor wiper. Untuk pengontrolan secara manual, wiper digerakan hanya dengan 2 speed , yaitu speed 1 dan speed 2 untuk menggerakan motor wiper. Sedangan pengontrolan secara otomatis wiper motor bekerja ketika sensor hujan menangkap air hujan yang di dapat sebesar 20 % yang mengakibatkan motor wiper akan bekerja dengan sendirinya. Ketika air hujan yang di terima sensor kurang dari 20 % maka motor wiper akan berhenti dengan sendirinya. Untuk hujan yang di alirkan pada sensor hujan alat ini dibuat sebuah hujan buatan dengan tanki air pada gambar 6 yang di alrkan oleh water pump menuju kaca. Gambar 8. Alat simulasi Gambar 9. Tanki air Pada mode otomatis wiper akan bekerja ketika sensor hujan membaca kelembapan air sebesar 20 % yang terbaca pada LCD Wiper ON dengan tingkat rain level berbeda untuk menggerakan motor wiper, ketika dibawah 20% LCD akan terbaca rain sensing sehingga motor wiper tidak akan bekerja atau berhenti. Gambar 10. LCD Wiper Automatic Pengujian berikutnya adalah pengukuran pada motor wiper dengan tujuan berapa daya yang diperlukan untuk menggerakan motor wiper dengan kapasitas power supply 12 volt 30 ampere. Sehingga jika alat ini dipasang pada unit alat berat komponen seperti aksesoris lamp, horn,dan lainnya tidak terganggu atau terbebani. Tabel 3. Hasil pengukuran motor wiper Pengukuran diatas dapat disimpulkan power supply dengan kapasitas 12 volt 30 ampere dengan daya 360 watt, dapat menggerakan motor wiper dengan speed 1 menggunkan 4,6 watt dan speed 2 menggunakan 7,7 watt sehingga jika digunakan pada batterai unit alat berat daya yang digunakan cukup untuk menggerakan motor wiper. Vol. 12, No. 1, Juni 2020, pp. 41~51 ISSN 2723-6099 [e] - ISSN 1214-3819 [p] Rancang Bangun Alat Simulasi Wiper…, Abd. Halim, Abdul Muis, Abdul Halik, Muhammad Saiful 50 Pengukuran selanjutnya dilakukan dari power supply ke komponen arduino untuk mengecek berapa arus dan tegangan yang disuplai untuk mengaktifkan sistem kerja wiper otomatis. 1. Power supply ke regulator = 11,59 Volt Ketika switch mode manual tegangan yang disuplai dari power supply ke regulator sebesar 11,59 V untuk mengaktifkan motor wiper dan water pump. 2. Regulator ke Arduino = 9, 25 Volt Ketika Switch mode otomatis tegangan yang di suplai dari power supply menuju regulator akan diturunkan sebesar 9,25 V, untuk disuplai menuju arduino dan mengaktifkan mode wiper otomatis. Sensor hujan bekerja ketika tegangan naik ataupun turun, yang kemudian dikirimkan oleh sensor hujan menuju modul sensor hujan pada arduino kemudian data akan diolah arduino untuk mengaktifkan relay menuju motor wiper. 1. Ketika sensor tidak terkena air dengan presentasi air 8 % maka tegangan yang di hasilkan adalah 3,7 Volt 2. Ketika sensor terkena air dengan presentasi air 87 % maka tegangan yang di hasilkan adalah 1,5 Volt 4. KESIMPULAN Setelah melakukan perancangan dan perakitan terhadap alat sistem wiper otomatis yang menggunakan arduino dan sensor hujan sebagai pengontrolan untuk menggerakan motor wiper dan juga telah dilakukannya proses pengujian alat serta pengukuran terhadap tegangan, arus, dan resistansi pada alat tersebut baik dalam kondisi mode wiper manual ataupun mode wiper otomatis maka dapat ditarik kesimpulan bahwa 1. Untuk mengoperasikan wiper dalam mode manual hanya menggunakan 2 speed, yaitu speed 1 dan speed 2. Mode manual ini di buat sebagai contoh pada unit yang masih menggunkan swith secara manual untuk mengaktifkan wiper. 2. Untuk mengoperasikan wiper dalam mode otomatis, motor wiper akan bekerja menggerakan wiper blade dengan sendirinya jika air hujan membasahi sensor hujan dan mencapai tingkat kelembapan sebesar 20 % untuk menggerakan wiper motor. Jika sensor hujan menerima air dengan kelembapan di bawah 20 %, atau 10 %, wiper motor akan mati dengan sendirinya tanpa perlu mematikan switch wiper motor. 3. Sistem wiper otomatis bekerja karena adanya tegangan yang dikirimkan oleh sensor hujan menuju arduino, denga hasil pengukuran pada sensor ketika sensor membaca kelembapan di bawah 20 % dengan tegangan 3,7 volt maka relay akan normally open, dan ketika sensor membaca kelembapan di atas 20 % dengan tegangan tegangan 1,5 volt maka relay akan normally close untuk mengaktifkan wiper motor. 5. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih diucapkan kepada pihak Manajemen Workshop Program Studi Teknik Alat Berat Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Samarinda 6. DAFTAR PUSTAKA [1] Nurhadi Wijaksono, “Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan Wiper Dan Washer Di SMK Negeri 1 Sedayu”, Tugas Akhir, Universitas Negeri Yogyakarta, 2015. [2] M. R. Wira Kesuma, E. Apriaskar, and Djunaidi, "Rancang Bangun Sistem Pembersih Otomatis Pada Solar Panel Menggunakan Wiper Berbasis Mikrokontroler," Jurnal Ilmiah Elektronika, vol. 19, no. 1, 2020 [3] T. M. Banjarnahor, Sumarno, B. E. Damanik, I. Gunawan and . I. O. Kirana, "Jemuran Pintar Dengan Sensor Ldr, Sensor Hujan, Sensor Suhu Dan Sensor KecepatanAngin Berbasis Arduino," Jurnal Building of Informatics, Technology and Science BITS, vol. 1, no. 2, pp. 75-81, 2019. [4] S. Mahardika, W. Kurniawan and F. Bakhtiar, “Implementasi Sistem Real Time untuk Pendeteksi Dini Banjir berbasis ESP8266 dan Weather API," Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 3, no. 8, pp. 8238-8247, 2019. Vol. 12, No. 1, Juni 2020, pp. 41~51 ISSN 2723-6099 [e] - ISSN 1214-3819 [p] Rancang Bangun Alat Simulasi Wiper…, Abd. Halim, Abdul Muis, Abdul Halik, Muhammad Saiful 51 [5] Muhamad Yusvin Mustar, R. O. W,” Implementasi Sistem Monitoring Deteksi Hujan dan Suhu Berbasis Sensor Secara Real Time Implementation of Rain Detection and Temperature Monitoring System Based on Real Time Sensor,” Semesta Teknika, vol. 20, pp. 20–28, 2017 [6] Depart. Training Center, “Fundamental of Electrical System,” PT Trakindo Utama, Cileungsi, Bogor 2008. [7] G. Wohingati, and A. Subari, "Alat Pengukur Detak Jantung Menggunakan Pulsensor Berbasis Arduino Uno R3 Yang Diintegrasikan Dengan Bluetooth," Gema Teknologi, vol. 17, no. 2, Aug. 2015. [8] Wicaksono, MF, Hidayat,” Mudah Belajar Mikrokontroler Arduino,” Bandung Informatika 2017. [9] Francisco, A. R. L,”IDE Arduino,” Journal of Chemical Information and Modeling, 539, 1689-1699, 2013 [10] Kholilah, I., & Al Tahtawi, A. R., ”Aplikasi Arduino-Android untuk Sistem Keamanan Sepeda Motor., Jurnal Teknologi Rekayasa, 11, 53, 2017. [11] Katyal, A., Yadav, R., & Pandey, M,” Wireless Arduino Based Weather Station,” International Journal of Advanced Research in Computer and Communication Engineering, vo. 5, no. 4, 2016. [12] Sulastri, R.,” Prototype Kendali Buka/Tutup Dan Penyiraman Tanaman Cabai Berbasis Mikrokontroler Dan SMS Gateway,” Politeknik Negeri Sriwijaya, 2016. [13] Unsal, E., Milli, M., Aktaş, Ö., & Çebi, Y.,” Low-cost Wireless Sensor Networks for Greenhouse Monitoring Applications,” Presented at the 4th International Conference on Advanced Technology & Sciences ICAT’Rome, 2016 ResearchGate has not been able to resolve any citations for this ini memiliki tujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam masalah pembersihan solar panel. Apabila sekitar solar panel terdapat debu dan kotoran, alat pembersih ini akan otomatis membersihkan solar panel. Selain berdasarkan kadar debu, alat ini juga akan beroperasi ketika waktu menunjukan pukul WIB dan WIB. Metode yang digunakan dalam rancang bangun ini diawali dengan pembuatan prototype pembersih otomatis solar panel, membuat sistem kendali intensitas debu dan waktu untuk kebutuhan alat pembersih otomatis solar panel. Proses pembacaan menggunakan sensor debu dan modul RTC, untuk penggerak wiper menggunakan motor servo. Sebagai pengendalinya menggunakan arduino uno dengan pemrograman bahasa C. Hasil dari pengambilan data menunjukan bahwa alat ini efisien dalam pembersihan solar panel, karena terdapat selisih tegangan rata rata sekitar 44,6% dalam pengujian waktu dan 73% dalam pengujian berdasarkan kadar Wahyu Wohingati Arkhan SubariGaluh Wahyu Wohingati, Arkhan Subari, in paper pulse measuring tool using pulsesensor based on Arduino Uno R3 integrated with Bluetooth explain that emerging disease and claimed the lives of many people is often due to late treatment , when it should be in the modern era has many tools made to overcome this problem , medical devices can only be used by medical experts , and of course takes time and no small cost . as well as heart disease which sometimes can only be detected when it is advanced because of the lack of monitoring , both from people who are sick or from a doctor . Other factors that cause costs adalahkesibukan and not everyone can do medical check- ups regularly . Whereas By knowing the health condition of a person's heart rate will then be awake , do not need expensive care from a doctor , but could by changing lifestyle . Therefore it needs to be made a tool that can measure heart rate , showing whether or not the condition of the heart and of course, this tool can be used by everyone without development of technology and the number of components on the market which can be accessed , Arduino Uno facilities in R3 can be used . Arduino is a physical computing platform that is open source means , Arduino can be developed by many people , not just programmers .But not just a development tool , Arduino is a combination of hardware , programming language and integrated development environment IDE that is advanced . Paired with a pulse sensor , a media reader analog heart rate is then converted into digital data that is in the readings , then integrated using serial bluetoothsecara so it can be displayed on your android smartphone and used repeatedly as needed measurements .. Keywords Arduino Uno R3 , pulse sensor , BluetoothIka Kholilah Adnan Rafi Al TahtawiSistem keamanan sepeda motor diperlukan untuk mengatasi peningkatan pencurian sepeda motor. Saat ini, solusi yang biasa dilakukan oleh pemilik sepeda motor hanya dengan memakai kunci ganda saja dimana pencuri sudah sangat menguasainya. Untuk itu diperlukan suatu sistem keamanan yang lebih baik. Dalam makalah ini, akan dipaparkan suatu sistem keamanan sepeda motor berbasis Arduino-Android. Sistem kemanan ini berbasis relai dan akan dikendalikan melalui smartphone dengan sistem operasi Android KitKat. Sistem komunikasi dirancang dengan menggunakan modul bluetooth HC-06 yang dapat diintegrasikan dengan papan mikrokontroler Arduino Uno. Detail perancangan sistem dijelaskan pada makalah ini. Hasil pengujian menunjukan jarak maksimal komunikasi bluetooth antara pengendali smartphone dengan sistem pada sepeda motor yaitu 10 kunci sistem keamanan, Arduino, Android, bluetooth, sepeda motorRecent improvements in embedded devices, sensing technologies and wireless communications allow real world deployment of Wireless Sensor Networks WSNs. These networks are used for various types of applications such as monitoring the environment, disaster detection systems, home automation, medical health-care and military systems. Moreover, these networks can be implemented in agricultural applications such as greenhouse monitoring systems. Greenhouses are transparently isolated structures, which provides suitable climatic conditions to grow various types of plants. In order to control farming activities, the climatic conditions of this structures should be monitored continuously. In this study, a low cost WSN is proposed to monitor the various types of plants and the climatic conditions of the greenhouses. Two types of Arduino platform suitable sensor nodes are developed to monitor inside and outside of the greenhouses. While the sensor nodes placed inside of the greenhouse monitor temperature, humidity and soil moisture of the environment, the sensor nodes placed outside of the greenhouse monitor temperature, humidity, rain and intensity of light levels. The sensor network consists of multi-hop tree based network architecture and includes three types of nodes which are sensor nodes, repeater nodes and a gateway node. The incoming data collected from the sensor nodes is stored in to a MySQL database. In order to visualize the collected information from the sensor nodes, monitoring applications are developed. Finally, the developed system is tested in laboratory conditions and the results show that the proposed system can be used to monitor and evaluate greenhouse farming fields. In the future, energy harvesting techniques by using solar panels will be added to prolong lifetime of the sensor nodes. In addition, the power consumption of the sensor nodes will be reduced and the durability of the network will be Pembelajaran Sistem Kelistrikan Wiper Dan Washer Di SMK Negeri 1 SedayuNurhadi WijaksonoNurhadi Wijaksono, "Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan Wiper Dan Washer Di SMK Negeri 1 Sedayu", Tugas Akhir, Universitas Negeri Yogyakarta, Pintar Dengan Sensor Ldr, Sensor Hujan, Sensor Suhu Dan Sensor KecepatanAngin Berbasis ArduinoT M BanjarnahorB E SumarnoI Damanik. I O GunawanKiranaT. M. Banjarnahor, Sumarno, B. E. Damanik, I. Gunawan and. I. O. Kirana, "Jemuran Pintar Dengan Sensor Ldr, Sensor Hujan, Sensor Suhu Dan Sensor KecepatanAngin Berbasis Arduino," Jurnal Building of Informatics, Technology and Science BITS, vol. 1, no. 2, pp. 75-81, Sistem Real Time untuk Pendeteksi Dini Banjir berbasis ESP8266 dan Weather APIS MahardikaW KurniawanF BakhtiarS. Mahardika, W. Kurniawan and F. Bakhtiar, "Implementasi Sistem Real Time untuk Pendeteksi Dini Banjir berbasis ESP8266 dan Weather API," Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 3, no. 8, pp. 8238-8247, Sistem Monitoring Deteksi Hujan dan Suhu Berbasis Sensor Secara Real Time Implementation of Rain Detection and Temperature Monitoring System Based on Real Time SensorR O Muhamad Yusvin MustarMuhamad Yusvin Mustar, R. O. W," Implementasi Sistem Monitoring Deteksi Hujan dan Suhu Berbasis Sensor Secara Real Time Implementation of Rain Detection and Temperature Monitoring System Based on Real Time Sensor," Semesta Teknika, vol. 20, pp. 20-28, 2017Fundamental of Electrical SystemTraining DepartCenterDepart. Training Center, "Fundamental of Electrical System," PT Trakindo Utama, Cileungsi, Bogor 2008.Mudah Belajar Mikrokontroler ArduinoM F WicaksonoWicaksono, MF, Hidayat," Mudah Belajar Mikrokontroler Arduino," Bandung Informatika 2017. 1TUGAS AKHIR SISTEM WIPER DAN WASHER NISSAN SERENA Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Progam Diploma 3 Untuk Menyandang Sebutan Ahli Madya Disusun oleh Nama Nanang Dwi Setyono NIM 5250306013 Prodi Teknik Mesin D3 Otomotif PROGAM STUDI DIPLOMA 3 TEKNIK MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2ii Telah dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan memperoleh gelar Ahli Madya pada Progam Studi Diploma 3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. 3iii ABSTRAK Nanang Dwi Setyono, 2011. TM, FT, UNNES “SISTEM WIPER DAN WASHER NISSAN SERENA”. Program Studi Teknik Mesin D3 Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Tujuan dari penulisan laporan Tugas Akhir ini yaitu Menjelaskan komponen-komponen sistem kelistrikan body khususnya pada wiper dan washer, Menjelaskan bagaimana cara kerja sistem wiper dan washer Nissan Serena, Menganalisis gangguan apa saja yang mungkin terjadi pada sistem wiper dan washer Nissan Serena dan bagaimanakah cara mengatasi gangguan yang mungkin terjadi. Komponen utama pada sistem wiper dan washer antara lain 1. Saklar kombinasi, 2. Motor wiper, 3. Tuas wiper, 4. Rangkaian lengan wiper, 5. Wiper blade, 6. Motor washer, 7. Tangki washer, 8. Nozzle, 9. Sekering, 10. Connector, 11. Baterai. Sistem wiper dan washer memiliki fungsi yang sangat penting dan erat hubungannya dengan keselamatan seseorang, karena untuk menjamin agar pandangan pengendara tidak terhalang oleh suatu benda seperti air hujan, salju, dan benda yang dapat mengendap pada permukaan kaca. Sebagai alat bantu dari wiper dilengkapi dengan washer yang memancarkan cairan ke kaca. Kerusakan yang mungkin muncul pada rangkaian wiper dan washer 1. Sistem wiper dan washer tidak dapat bekerja, 2. Motor wiper tidak dapat bekerja pada low/high speed, 3. Motor wiper tidak dapat bekerja pada intermitten, 4. Motor washer tidak dapat bekerja Simpulan tugas akhir ini yaitu wiper dan washer adalah sistem yang berfungsi untuk menghapus benda/kotoran-kotoran yang menempel di kaca kendaraan, sehingga pandangan pengendara tidak terhalang. Saran, perawatan secara bertahap dan berkala sangatlah penting untuk menjaga kondisi komponen-komponen wiper dan washer, agar terhindar dari kerusakan pada rangkaian wiper dan washer. 4iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO 1. Awali dengan doa setiap apa yang kita lakukan. 2. Tanggung jawab dan kejujuran merupakan modal awal dalam meraih apa yang di inginkan. 3. Keberhasilan yang kita raih di masa yang akan datang itu tergantung dengan apa yang kita kerjakan pada saat ini. PERSEMBAHAN Laporan ini kupersembahkan untuk 1. Keluargaku tercinta 2. Rekan rekan seperjuangan 5v KATA PENGANTAR Alhamdulillah, dengan mengucapkan segala puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga penulis akhirnya dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir yang berjudul ”SISTEM WIPER DAN WASHER NISSAN SERENA”. Laporan ini ditulis dalam rangka memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Penulis sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mulai dari terlaksananya Tugas Akhir sampai pada penulisan laporan ini. Khususnya penulis mengucapkan terima kasih kepada 1. Bapak Drs. Abdurrahman, selaku Dekan Fakultas Teknik UNNES. 2. Bapak Heri Yudiono, MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin UNNES dan selaku Dosen Pembimbing Laporan yang telah banyak meluangkan waktu dan kesabarannya di tengah kesibukan dan rutinitas untuk memberikan arahan serta masukan dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 3. Bapak Wahyu Ady Priyo Kuncahyo selaku pembimbing lapangan. 4. Kedua orang tua yang selalu memberikan do’anya dan motivasinya 5. Serta seluruh pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Tugas akhir ini, yang tidak mungkin penulis sebutkan satu per satu. 6vi Akhirnya penulis berharap agar nantinya laporan Tugas akhir ini bisa bermanfaat bagi pembaca. Semarang, 7vii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... i HALAMAN PENGESAHAN ... ii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iii 8viii Intermitten ... 27 Wash ... 28 C. Mengidentifikasi penyebab gangguan dan cara mengatasinya . 30 BAB IV. PENUTUP A. Simpulan ... 34 B. Saran ... 35 DAFTAR PUSTAKA 9ix Gambar 24. Auto stop switch dan camplate pada motor wiper ... 25 Gambar 25. Wiring pada posisi intermitten ... 26 Gambar 26. Wiring pada posisi autostop ... 27 10x DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Foto Dokumentasi Gb. Rangkaian sistem wiper dan washer tampak depan ... 36 Gb. Rangkaian sistem wiper dan washer tampak samping 111 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu pengetahuan selalu berkembang dari hari ke hari dengan pesat terutama di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terapan. Teknologi otomotif merupakan salah satu bidang yang perkembangan teknologinya selalu mengikuti perkembangan zaman dan tuntutan konsumen. Perkembangan teknologi otomotif didasarkan pada tiga hal pokok yaitu kenyamanan, keamanan dan ramah lingkungan. Suatu mobil dapat dikatakan baik bila dalam pemakaiannya dapat memberikan rasa nyaman, aman serta ramah terhadap lingkungan sekitar. Diantarannya kemajuan teknologi pada mobil yang semakin pesat dan canggih adalah sistem kelistrikan. Sistem kelistrikan sendiri pada mobil terbagi dalam kelistrikan engine dan kelistrikan body. Sistem wiper dan washer merupakan bagian dari kelistrikan body yang terus mengalami perkembangan. Setiap kendaraan keluaran terbaru pasti akan membuat sistem wiper dan washer lebih sempurna dari sebelumnya dengan beberapa perbaikan – perbaikan dari sistem yang ada. 122 depan dan belakang agar menjaga penglihatan pengemudi. Wiper terdiri dari wiper blade, wiper arm, wiper motor , wiper link yang saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain. Beberapa model memiliki wiper blade dengan fin yang terpasang pada sisi pengemudi untuk menghasilkan sapuan yang baik selama mobil berkecepatan tinggi. Sebagai alat bantu dari wiper dilengkapi dengan washer pencuci yang memancarkan cairan washer liquid ke kaca. Washer terdiri dari washer tank, washer motor, washer tube, washer nozzle. Sistem wiper dan washer yang modern kini dilengkapi sistem intermittent. Intermittent memungkinkan penggunaan wiper secara terputus-putus yang kerjanya diatur oleh relay pengontrol. Oleh karena itu kita perlu mengetahui fungsi dari masing-masing mekanisme tersebut agar dapat mengatasi gangguan-gangguan yang mungkin terjadi pada asesoris mobil khususnya wiper dan washer . Ada berbagai jenis sistem wiper ditemukan dalam kendaraan. Untuk mengatasi problem/ masalah sistem wiper dan washer yang beragam jenis/merk itu, dan menghadapi kemungkinan ada sistem wiper dan washer yang lebih canggih, maka kita perlu mempelajari sistem yang konvensional terlebih dahulu Jenis NISSAN serena ini termasuk yang paling populer dan konvensional. Berdasarkan uraian tersebut, maka judul yang dimbil dalam tugas akhir ini adalah 133 B. Permasalahan 1. Bagaimana rangkaian dan cara kerja wiper dan washer? 2. Bagaimana fungsi dari tiap komponen wiper dan washer? 3. Bagaimana mengidentifikasi penyebab gangguan dan mengatasinya pada sistem wiper dan washer? C. Tujuan 1. Mengetahui rangkaian dan cara kerja wiper dan washer 2. Mengetahui fungsi dari tiap komponen wiper dan washer 3. Dapat mengidentifikasi penyebab gangguan dan mengatasinya pada sistem wiper dan washer D. Manfaat 1. Mengerti akan cara kerja dan fungsi dari setiap komponen wiper dan washer 2. Mengenal jenis kerusakan pada wiper dan washer beserta cara pengetesannya. 3. Bagi pembaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang wiper dan 144 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dasar Teoritis Wiper dan washer merupakan alat yang sangat penting dan erat hubungannya dengan segi keselamatan, karena keberadaannya untuk menjamin 155 pembersih kaca dikontrol oleh saklar yang ditempatkan dalam panel kolom kemudi. B. Prinsip motor listrik Gambar 01. Motor listrik Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Sebagaimana kita ketahui bahwa kutub-kutub dari magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap 166 Gambar 02. Arah gaya elektromagnet Garis-garis gaya magnet diatas konduktor adalah lebih kecil karena fluksi magnet yang dihasilkan oleh magnet. Arahnya berlawanan dengan arah fluksi yang dihasilkan arus listrik. Sebaliknya garis-garis gaya magnet dibawah konduktor adalah lebih besar karena arah-arahnya sama/ searah. 177 Garis gaya magnet cenderung menjadi lurus. Tendensi ini dibawah konduktor lebih kuat dari pada atasnya, sehingga konduktor terdorong keatas. Gaya ini disebut gaya electromagnet. Arah gaya electromagnetik ditentukan dari kaidah tangan kiri Fleming. Untuk memahami kaidah ini bukalah tangan kiri dengan menunjukkan ibu jari tegak lurus jari telunjuk. Kemudian tunjukkan jari telunjuk searah dengan flluksi magnet. Dan jari tengah searah dengan arah arus listrik maka arah ibu jari akan menunjukkan arah gaya elektromagnetik atau arah gerakan konduktor Bila arus mengalir dalam suatu penghantar conductor medan magnet akan bangkit pada arah yang terlihat pada ilustrasi dibawah sesuai kaidah amper dari ulir kanan. Ketika arus listrik searah dengan gerakan sekrup ulir kanan saat diputar masuk, fluksi magnet yang dihasilkan searah dengan gerakan memutar dari sekrup Gambar 04. Arah medan magnet 188 menyebabkan magnetic plug bertambah dibagian bawah penghantar dan berkurang dibagian atas penghantar . Akibatnya dari hal ini penghantar akan memperoleh gaya yang cenderung mendorongnya ke atas Gambar 05. Garis gaya magnet yang berpotongan Sebuah lilitan kawat yang diletakkan diantara kutub magnet permanen akan mulai berputar bila diberi arus. Hal ini disebabkan arus mengalir pada masing-masing lilitan dengan arah yang berlawanan. Jadi gaya yang saling memotong dari lilitan dengan dari magnet itu sendiri. Akibatnya lilitan kawat akan berputar searah dengan jarum jam. 199 BAB III PEMBAHASAN A. Rangkaian dan cara kerja wiper dan washer Gambar 07. Rangkaian kelistrikan body wiper dan washer 2010 Sistem wiper dan washer memiliki fungsi yang sangat penting dan erat hubungannya dengan keselamatan seseorang, karena untuk menjamin agar pandangan pengendara tidak terhalang oleh suatu benda seperti air hujan, salju, dan benda yang dapat mengendap pada permukaan kaca. Sebagai alat bantu dari wiper dilengkapi dengan washer yang memancarkan cairan ke kaca. Ketika kunci kontak on arus mengalir dari baterai sumber arus menuju fuse / sekering yang berfungsi sebagai pengaman ketika terjadi overload/ konsleting. Setelah itu arus menuju saklar, pengunaan saklar mudah sekali, biasanya hanya dengan menaikkan, menurunkan atau menekan tuas saklar sebelah kiri di bawah stir pengemudi. Dari saklar ini pengemudi menentukan switch yang dipilihnya apakah ingin menyemprotkan air dengan washer atau menggunakan wiper kecepatan rendah, intermitten ataupun tinggi. B. Fungsi tiap-tiap komponen wiper dan washer 1 Komponen wiper a. Saklar Saklar ini merupakan unit saklar kombinasi. Motor wiper dioperasikan dengan menggeser knob tombol dan penyemprot air dengan menekannya. Bagian saklar wiper mempunyai beberapa posisi yaitu 1 OFF 2111 4 INT intermittent, ini memungkinkan penggunaan wiper yang terputus-putus, kerjanya diatur oleh relay pengontrol wiper yang mengatur kerja relay magnet. Wiper akan bekerja satu kali kemudian berhenti beberapa saat untuk bergerak kembali. Gambar 08. Saklar kombinasi b. Motor Wiper 2212 Gambar 09. Motor wiper Motor wiper befungsi untuk menghasilkan tenaga putar terdiri dari 1. Yoke Housing Yoke terbuat dari logam yang berbentuk silinder dan 3. Ferrite magnet magnet permanen yang menempel pada field coil 4. Contact point titik kontak antara cam plate dengan motor 5. Worm gear gear penghubung motor dengan cam plate 6. Cam plate berfungsi sebagai pemutus aliran arus bila cam ini bertemu dengan titik kontak poin 7. Brush berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature 2313 8. Low speed brush brush untuk kecepatan rendah 9. High speed brush brush untuk kecepatan tinggi 10. Common brush massa brush Pada gambar di atas adalah potongan daripada motor wiper. Fungsi dari motor wiper adalah sebagai penggerak. Wiper blade pembersih kaca. Motor wiper adalah motor listrik yang dikombinasikan dengan magnit alam ferrite magnet. Sebagai stator dan armature sebagai rotornya. Pada poros rotor ditumpu oleh 2 buah bola yang dapat memperhalus suara memperlambat putaran, ujung poros terdapat gigi yang menggerakkan gigi penggerak wiper blade. Pada gigi tersebut terdapat plat nok camplate yang berfungsi sebagai autostops atau pemberhentian terakhir. c. Tuas wiper wiper link 2414 Gambar 10. Tuas wiper d. Rangkaian Lengan Wiper wiper arm Wiper arm terdiri dari head untuk mengikatnya pada wiper shaft, sebuah pegas untuk menahan blade, arm piece untuk pemasangan blade dan retainer untuk menahan keseluruhannya. Gambar 11. Lengan wiper wiper arm e. Wiper blade Wiper blade terdiri dari sebuah karet untuk menyapu permukaan kaca, 2515 Gambar 12. Wiper Blade 2 Komponen Washer Washer berfungsi untuk menyempurnakan fungsi wiper blade dan mengurangi beban motor dengan membersihkan debu dan binatang-binatang kecil dari kaca depan dan belakang dengan cairan pembersih. Washer tipe listrik terdiri dari tangki washer, motor, selang dan nozzle. Gambar 13. Komponen sistem washer a. Tangki Washer 2616 Gambar 14. Tangki washer washer tank b. Motor Washer pompa Motor washer berfungsi untuk menggerakkan pompa, mengeluarkan cairan pembersih dari tangki. Ada dua jenis tipe motor washer yaitu tipe wound-rotor dan ferrite magnet, tetapi yang paling banyak digunakan adalah tipe ferrite magnet. Gambar 15. Motor washer pompa 2717 c. Nozzle Nozzle dibuat dari pipa tembaga, aluminium atau resin dengan satu atau dua lubang. Dewasa ini hanya digunakan nosel resin dengan lubang penyetelan. Gambar 16. Nozzle Diameter lubang orifice 0,8-0,10 mm dan jumlahnya satu atau dua buah. Jenis yang normal mempunyai bentuk pengeluaran dari masing-masing lubang tanpa penyebaran. d. Cairan Washer pembersih Cairan washer terdiri dari cairan anti beku, zat anti karat anti corossive agent. Penggunaan cairan harus tidak merusak karet washer, atau cat kendaraan. 3 Sekering 2818 dan meleleh karena kelebihan kapasitas. Jadi kekuatan timah tersebut diukur sesuai dengan kekuatan komponen listrik yang dibutuhkan. Dalam rangkaian pengkabelan sekering berfungsi sebagai pengaman utama atau dapat menghindari terjadinya konsleting. Gambar 17. Sekering 4 Connector / Soket Connector berfungsi untuk menghubungkan 2 jaringan atau jaringan kabel dengan komponen. Soket/conncector mempunyai pengunci supaya tidak lepas pada waktu kendaraan sedang berjalan. Connector dibagi dalam 2 jenis yaitu connector lelaki dan connector perempuan. Gambar 20. Connector 2919 5 Baterai Baterai atau biasa yang disebut dengan “accu” bekerja dengan cara menggabungkan sel-sel secara seri satu dengan yang lain sehingga membentuk voltase yang diinginkan. Sel-sel tersebut mengandung asam dan menghasilkan daya voltase output hampir 2,1 Volt tiap selnya, jadi jika suatu baterai mempunyai 6 sel, maka voltase dari baterai tersebut ± 12 Volt. Jika suatu baterai menggunakan tipe basah, maka kita harus selalu memeriksa keadaan air dan harus rajin menambah air accu apabila sudah mulai berkurang. Ukuran dari air aki harus diantara upper dan lower. Sedangkan untuk tipe baterai kering tidak ada perawatan secara khusus jadi jika kondisi baterai sudah menurun maka harus diganti. Fungsi utama dari baterai yaitu sebagai penyimpan arus yang diterima dari alternator sehingga arus yang diberikan ke komponen-komponen kelistrikan tetap stabil. 3020 a. Reaksi kimia pada waktu baterai mengeluarkan arus discharger PbO2 + 2H2SO4 + Pb  PbSO4 + 2H2O + PbSO4 Pelat+ electrolite pelat- pelat+ air pelat- Pelat positif maupun negatif bergabung dengan SO4, sehingga membentuk PbSO4. Dengan adanya reaksi tersebut H2SO4 sedikit demi sedikit berubah menjadi H2O. Akibatnya berat jenisnya akan turun karena konsentrasinya electrolite berkurang. b. Reaksi kimia pada waktu baterai diisi charger PbSO4 + 2H2O + PbSO4  PbO2 + 2H2SO4 + Pb Pelat+ electrolite pelat- pelat+ air pelat- 3121 6 Sistem wiper dan washer Troubleshooting pada sistem wiper dan washer juga perlu dilakukan ketika mengalami kerusakan komponen, yang dimaksud troubleshooting disini diantaranya mengidentifikasi penyebab gangguan dan cara mengatasinya. Untuk mengatasi berbagai gangguan tersebut diperlukan wiring diagram, agar dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat. Adapun wiring diagram dan cara kerja dari sistem tersebut adalah o LO Low speed o HI high speed o AUTOSTOP o INTERMITTEN 323323 Penggunaan wiper pada kecepatan ini biasanya pada saat cuacanya sedang/gerimis. Dengan begitu pandangan pengemudi tidak terhalang lagi oleh air. Bila wiper switch berada pada kecepatan rendah low-speed, arus mengalir ke motor wiper Lo seperti yang diperlihatkan dalam diagram sehingga wiper bekerja pada kecepatan rendah. Cara kerja tegangan mengalir dari baterai + melewati fuse/sekring diteruskan ke terminal 1 front wiper motor lalu ke kumparan Lo motor wiper selanjutnya ke terminal 3 motor wiper kemudian terminal 14 front wiper switch kemudian terminal 14 terhubung dengan tegangan negatif melalui terminal 17 front wiper switch dan massa. Sehingga motor bergerak pada kecepatan rendah 3424 HI high speed Gambar 23. Wiring pada posisi high speed Biasanya posisi ini digunakan pada saat hujan yang lebat, pada saat itu pandangan pengemudi hampir tidak kelihatan. Maka pengemudi memerlukan wiper pada posisi ini agar tidak menghalangi pandangan. Bila wiper switch 3525 seperti yang diperlihatkan dalam diagram sehingga wiper bekerja pada kecepatan tingggi. Cara kerja tegangan mengalir dari Baterai + melewati fuse/sekring diteruskan ke terminal 1 front wiper motor lalu ke kumparan Hi motor wiper selanjutnya ke terminal 2 motor wiper kemudian terminal 16 front wiper switch selanjutnya terminal 16 terhubung dengan tegangan negatif melalui terminal 17 front wiper switch dan massa. Sehingga motor bergerak pada kecepatan tinggi dan wiper blade pun bergerak pada kecepatan tinggi pada kaca mobil Auto stop Auto stop dapat bekerja berkata adanya sebuah camplate yang terpasang di dalam box motor wiper. Cam ini bekerja sebagaimana saklar on-off yang bertugas untuk memberikan suplai tegangan negatif ke kumparan motor wiper pada saat switch wiper sudah berada pada posisi off. Hal ini akan membuat motor wiper akan selalu berhenti berputar pada posisi netral tidak menyeka kaca berada di bawah kaca 3626 Kumparan Lo akan mendapat tegangan meskipun switch wiper sudah berada pada posisi off. Tegangan untuk kumparan Lo tidak lagi didapatkan dari terminal 17 melainkan melalui terminal 13 front wiper switch, terminal 6 motor wiper, dan ground di terminal 4 motor wiper 3727 INT. intermittent Gambar 26. Wiring pada posisi intermitten Intermittent adalah penggunaan wiper yang terputus-putus jalannya. 3828 oleh adanya fungsi timer yang terpogram di dalam control unitnya. Relay ini akan menghubungkan terminal 14 dan 17 wiper switch, sesaat setelah relay on maka relay off kembali. Setelah hubungan antara terminal 14 dan 17 terputus maka fungsi autostop akan kembali bekerja. Di dalam timer yang tergabung dengan relay wiper ada sebuah relay kecil dan sebuah tsirkuit transistor, termasuk capasitor dan resistor. Aliran arus yang ke motor wiper dikontrol oleh internal relay ini sebagai reaksi terhadap signal dari wiper switch. Cara kerja timer kurang lebih seperti pada lampu flip flop, yaitu jika tegangan masuk dalam timer maka salah satu dari transistor akan berada dalam kondisi on. Kondisi ini akan tergantung pada kapasitor mana yang memiiki muatan lebih tinggi akan melepaskan muatan listrik lebih dulu sehingga transistor yang kaki basisnya terhubung dengan kapasitor tersebut akan berada dalam kondisi on, sementara transistor on akan menyebabkan kapasitor yang terhubung dengan kaki kolektor terisi muatan. Dan transistor yang lain akan berada dalam kondisi off WASH Penggunaan semprotan air pada kaca mobil oleh washer ditujukan agar kaca mobil tidak terlalu kesat, sehingga wiper blade menyapu kaca dengan lancar. Washer memancarkan airnya pada saat wiper bergerak awal dan seterusnya washer tidak memancarkan airnya lagi 3929 motor lalu ke kumparan Lo motor selanjutnya terminal 2 front washer motor diteruskan ke terminal 18 front washer switch kemudian terminal 18 terhubung dengan tegangan negatif melalui terminal 17 front wiper switch 4030 Keterangan angka 1 menunjukkan soket terminal 1 front wiper/ washer 2 menunjukkan soket terminal 2 motor wiper/ washer 3 menunjukkan soket terminal 3 motor wiper 4 menunjukkan terminal yang menuju massa 6 menunjukkan terminal penghubung terminal 13 dengan camplate 14 menunjukkan soket terminal pada kecepatan low 16 menunjukkan soket terminal pada kecepatan high 17menunjukkan soket terminal yang menuju massa ground C. Mengidentifikasi penyebab gangguan dan cara mengatasinya . Sistem wiper dan washer dalam pemakaiannya selalu difungsikan terus menerus yang menyebabkan kemampuan dan kualitas komponen mengalami penurunan sehingga diperlukan adanya pemeriksaan, perawatan dan perbaikan. Bila gejala dari suatu masalah diketahui penyebabnya harus segera dipastikan dan tetap dengan cara yang ditentukan. Untuk sistem wiper dan washer problem dapat dikatagorikan sebagai berikut 4131 1. Sistem wiper dan washer tidak dapat bekerja Periksa tegangan baterai apabila baterai lemah maka cek sistem pengisian. Bila sistem pengisian tidak baik maka ganti baterai atau isi ulang air accu pada baterai. Apabila sudah diperiksa tegangan baterai tapi masih tidak dapat bekerja maka langakah selanjutnya adalah meriksa kabel pada tegangan positif baterai atau kabel massa dari pengencangan baut yang longgar, apabila longgar maka kencangkan. setelah itu periksa fuse, kemungkinan longgar atau putus, apabila longgar maka kencangkan dan apabila putus diganti. kemudian periksa terminal/ konektor kemungkinan ada yang longgar/ putus. Bila belum juga bekerja berarti periksa motor wiper/ washer dengan mengetesnya pada baterai apabila rusak maka di ganti Periksa tegangan baterai Periksa kabel baterai Periksa sistem pengisian Periksa fuse Ganti fuse 4232 2. Motor wiper tidak dapat bekerja pada Low speed Periksa fuse/sekering dan kabel dari kemungkinan longgar atau putus, apabila longgar maka kencangkan dan apabila putus maka diganti, langkah berikutnya adalah memeriksa terminal/konektor dari kemungkinan ada yang longgar/ putus. Apabila masih belum bekerja maka periksalah motor wiper dengan cara mengetesnya pada baterai, apabila rusak maka diganti 3. Motor wiper tidak dapat bekerja pada high speed Periksa fuse dan kabel dari kemungkinan longgar atau putus, apabila longgar maka kencangkan dan apabila putus diganti. Setelah itu periksalah terminal/ konektor kemungkinan ada yang longgar/ putus. apabila belum juga Periksa fuse Ganti fuse Periksa terminal/ konektor Periksa motor wiper Periksa fuse Ganti fuse Periksa terminal/ konektor Perbaiki/ diganti Periksa motor Perbaiki/ ganti Perbaiki/ ganti 4333 dapat bekerja maka langkah yang terakhir adalah memeriksa motor, apabila motor rusak maka diganti 4. Motor wiper tidak dapat bekerja pada intermitten Periksa fuse dan kabel dari kemungkinan longgar atau putus, apabila longgar maka kencangkan dan apabila putus diganti. Setelah itu periksa terminal/ konektor kemungkinan ada yang longgar/ putus. Apabila wiper amplifier rusak maka diganti. 5. Motor washer tidak dapat bekerja. . Periksa fuse dan kabel dari kemungkinan longgar atau putus, apabila longgar maka kencangkan dan apabila putus diganti kemudian periksa terminal/ konektor kemungkinan ada yang longgar/ putus. Apabila motor washer rusak maka diganti Perbaiki/ ganti Periksa terminal/ konektor Ganti fuse Periksa fuse Wiper amplifier rusak Ganti wiper amplifier 4434 BAB IV PENUTUP A. Simpulan Dari uraian laporan di atas tentang sistem wiper dan washer pada mobil Nissan Serena dengan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut 1. Sistem wiper dan washer berfungsi untuk menghapus benda/kotoran-kotoran yang menempel di kaca kendaraan, sehingga pandangan pengendara tidak terhalang. 2. Komponen sistem wiper dan washer meliputi baterai, konektor, saklar, sekring, motor wiper, tuas wiper blade, lengan wiper, tangki washer, motor washer, washer dan washer nozzle. 4535 B. Saran 1. Pastikan sistem wiper dan washer bekerja dengan baik sebelum berkendara demi keselamatan. 2. Jangan mengoperasikan motor washer secara terus-menerus melebihi 20 detik untuk mencegah kumparan terbakar karena terlalu panas. Hal ini disebabkan oleh konstruksi dari motor wiper yang sangat kecil dan langsung mendapat arus dari baterai, menyebabkan kumparan tidak cukup mampu menerima arus yang besar secara terus-menerus dari baterai. 3. Isilah selalu tangki washer karena mengoperasikan washer tanpa cairan pembersih dalam tangki menyebabkan motor berputar pada kecepatan tinggi kemungkinan menimbulkan gangguan pada motor atau pompa. 4. Cairan washer sebaiknya menggunakan cairan khusus yang dilengkapi zat-zat yang membantu mempermudah membersihkan kaca seperti detergent dan anti karat. Jika menggunakan air biasa proses penghapusan kotoran akan kurang maksimal. 4636 DAFTAR PUSTAKA Anonim. 1992. STEP 2 Elektrikal Bodi. Jakarta PT Nissan Motor Indonesia Rijono, Jon. 1997. Dasar Teknik Listrik. Yogyakarta Andi. Toyota Astra Motor. 1994. Electrical Group Step 2. Jakarta PT. Toyota-Astra Motor INT. intermittent Gambar 26. Wiring pada posisi intermitten Intermittent adalah penggunaan wiper yang terputus-putus jalannya. Fungsi intermitten ini akan memungkinkan wiper bekerja secara periodik setiap 13 detik. Relay yang terpasang di dalam wiper amplifier akan on setiap 13 detik oleh adanya fungsi timer yang terpogram di dalam control unitnya. Relay ini akan menghubungkan terminal 14 dan 17 wiper switch, sesaat setelah relay on maka relay off kembali. Setelah hubungan antara terminal 14 dan 17 terputus maka fungsi autostop akan kembali bekerja. Di dalam timer yang tergabung dengan relay wiper ada sebuah relay kecil dan sebuah tsirkuit transistor, termasuk capasitor dan resistor. Aliran arus yang ke motor wiper dikontrol oleh internal relay ini sebagai reaksi terhadap signal dari wiper switch. Cara kerja timer kurang lebih seperti pada lampu flip flop, yaitu jika tegangan masuk dalam timer maka salah satu dari transistor akan berada dalam kondisi on. Kondisi ini akan tergantung pada kapasitor mana yang memiiki muatan lebih tinggi akan melepaskan muatan listrik lebih dulu sehingga transistor yang kaki basisnya terhubung dengan kapasitor tersebut akan berada dalam kondisi on, sementara transistor on akan menyebabkan kapasitor yang terhubung dengan kaki kolektor terisi muatan. Dan transistor yang lain akan berada dalam kondisi off . WASH Penggunaan semprotan air pada kaca mobil oleh washer ditujukan agar kaca mobil tidak terlalu kesat, sehingga wiper blade menyapu kaca dengan lancar. Washer memancarkan airnya pada saat wiper bergerak awal dan seterusnya washer tidak memancarkan airnya lagi Cara kerja saat saklar washer switch diputar ke on, maka arus mengalir dari baterai + melewati fusesekring kemudian menuju terminal 1 front washer motor lalu ke kumparan Lo motor selanjutnya terminal 2 front washer motor diteruskan ke terminal 18 front washer switch kemudian terminal 18 terhubung dengan tegangan negatif melalui terminal 17 front wiper switch Gambar 27. Wiring pada posisi wash Keterangan angka 1 menunjukkan soket terminal 1 front wiper washer 2 menunjukkan soket terminal 2 motor wiper washer 3 menunjukkan soket terminal 3 motor wiper 4 menunjukkan terminal yang menuju massa 6 menunjukkan terminal penghubung terminal 13 dengan camplate 14 menunjukkan soket terminal pada kecepatan low 16 menunjukkan soket terminal pada kecepatan high 17 menunjukkan soket terminal yang menuju massa ground C. Mengidentifikasi penyebab gangguan dan cara mengatasinya Rangkaian Wiper Dan Washer – Dalam kendaraan ada beragam sisi dari kelistrikan body yang mempunyai fungsi yang berbeda. Satu diantaranya yakni sistem wiper dan washer yang mempunyai fungsi untuk bersihkan kaca kendaraan secara efisien. Lebih terang rangkaian sistem wiper dan washer berperan untuk sapu kaca dari air hujan, lumpur, dan semua kotoran yang melekat pada kaca. Sementara sistem washer berperan untuk menyemprot cairan pencuci untuk memudahkan performa dari wiper. Oleh karenanya sistem wiper dan washer benar-benar utama pada kendaraan karena berkaitan dengan keselamatan dan keamanan dalam berkendaraan. Pada sistem wiper dan washer mempunyai komponen yang berbeda. Disamping itu bagaimana sistem wiper dan washer bekerja? Bagaimana rangkaian kelistrikan sistem wiper dan washer? Apa komponen sistem wiper dan washer dan perannya? Semua hal itu akan diulas pada artikel di bawah. Sistem wiper ialah penghapus kaca yang berperan untuk bersihkan kaca dari air hujan, salju, debu, lumpur, dan kotoran yang lain melekat dikaca, hingga kehadirannya penting untuk keselamatan sopir. Diharap kaca pada kendaraan supaya selalu bersih, hingga pengendara bisa mempunyai visibility yang lebih terang saat berkendaraan. Jika saat hujan menyebabkan kaca mobil jadi kabur, bila air hujan yang melekat pada kaca tidak selekasnya dibikin bersih bisa membahayakan keselamatan sopir. Oleh karenanya pada kendaran mobil harus harus diperlengkapi dengan sistem wiper sebagai penghapus air hujan yang menempel pada kaca baik depan atau belakang yang berperan supaya pandangan sopir kendaraan di jalan tidak terusik saat hujan dan kotoran atau debu luar. Sedang sistem washer sebagai pembaruan fungsi dari wiper blade dan kurangi beban pada motor wiper saat bersihkan kotoran atau debu yang melekat pada kaca depan dan kaca belakang saat tidak hujan dengan cara menyemprot cairan pencuci ke kaca itu lewat lubang nozzel washer. Pada washer diperlengkapi dengan pompa yang berperan untuk memompa cairan pencuci yang ada pada bak ke arah nozzel yang berada pada depan kaca hingga bisa menyemprot. Wiper terbagi dalam motor wiper, wiper link, wiper arm, dan wiper blade. Kelengkapan yang lain pada wiper ialah ada intermitent bekerja lamban dan tidak waktunya berlalu dan interlock wiper berpijar saat semprotan air dari washer . Komponen Sistem Wiper Dan Washer Dalam sistem wiper dan washer ada banyak komponen yang mempunyai fungsi yang berbeda. Berikut komponen sistem wiper dan perannya 1. Battery Battery berperan untuk sumber arus dalam sistem kelistrikan kendaraan. Komponen ini dapat simpan arus listrik berbentuk energi kimia. Biasanya tegangan battery yang dipakai pada kendaraan mobil yakni 12 volt. 2. Kunci contact Kunci contact berperan menyambungkan dan putuskan saluran listrik pada sistem kelistrikan kendaraan. Pada mobil kunci kontak mempunyai tiga terminal ataupun lebih, diantaranya terminal B, terminal IG, terminal ST, dan terminal ACC. 3. Sekering fuse Sekering fuse berperan sebagai pengaman komponen sistem kelistrikan dari kerusakan yang karena ada konsleting listrik secara mendadak. Cara kerja sekring akan terputus jika terjadi konsleting listrik pada rangkaian kelistrikan dan saluran arus yang melewati dari detail sekering. 4. Sakelar wiper dan washer Sakelar wiper dan washer berperan menyambungkan dan putuskan saluran arus listrik dari sumber listrik dan beban. Posisi sakelar wiper dan washer terbagi dalam status OFF berhenti, LO kecepatan rendah, HI kecepatan tinggi, dan INT wiper bergerak secara beralih-alih 5. Motor wiper Motor wiper berperan sebagai pendorong dalam sistem wiper. Bahan dari motor wiper yang dipakai ialah type besi magnet. Ada dua cara yang dipakai untuk memunculkan medan magnet motor,yakni type wound yang memakai belitan coil untuk membikin elektro magnet, type ferrite magnet yang memakai ferrite magnet tetap. 6. Wiper arm Wiper arm terbagi dalam head untuk mengikatkan wiper arm dengan wiper link, hingga pergerakan yang dibuat oleh motor wiper sampai ke wiper arm. Ada sebuah pegas yang meredam wiper blade, arm piece untuk penempatan blade dan retainer untuk meredam kesemuaannya. 7. Wiper blade Blade terbagi dalam sebuah karet untuk sapu kaca dari kotoran yang menempel pada kaca seperti debu, air hujan, salju dan kotoran. Dalam pemakaiannya, karet pada periode waktu lama bisa mengakibatkan berkurangnya kualitas karet karena dari cahaya matahari, temperatur, dan lain-lain yang berganti-gantian. Hingga untuk jaga kualitas blade karena itu dibutuhkannya pengecekan dengan teratur dan perlu menukar blade secara periodik. 8. Wiper link Wiper link berperan untuk mengubah gerak putar dari motor wiper jadi gerak bolak-balik pada kutub wiper. 9. Bak Bak washer berperan sebagai penampungan air yang bakal disemprot untuk bersihkan permukaan kaca kendaraan. Pada bak ada motor washer untuk meningkatkan air dari bawah agar disemprot pada nozzel. 10. Motor washer Motor washer berperan sebagai gerakkan pompa, untuk keluarkan air dari bak. 11. Nozzel Nozzel dibuat dari tembaga, alumunium atau resin dalam jumlah lubang satu atau dua lubang saja. Saat ini cuman nozzel yang dibuat dari resin dengan lubang geprekelan adjusting orifice yang sering dipakai. Diameter lubang orifice sekitaran 0,8 – 1,0 mm dan 16 menyemprot air dari nozzel yang normal wujud pengeluaran air dari nozzel tanpa menebar pada tiap lubang. Cara Kerja Rangkaian Kelistrikan Sistem Wiper Dan Washer Dalam rangkaian kelistrikan wiper washer ada beragam kecepatan. Berikut pembahasan berkenaan cara kerja rangkaian kelistrikan sistem wiper dan washer Saat kunci contact dihidupkan karena itu arus mengucur dari battery → kunci contact → fuse → terminal 4, 5, dan terminal B cam plate stanby arus. 1. Sakelar wiper pada status OFF Jika sakelar ada pada status OFF maka aliran listrik dari baterai tidak mengalir ke kunci kontak maupun saklar sehingga motor wiper dan washer tidak bekerja. 2. Saat kecepatan Low Arus yang stanby di terminal 4 akan disalurkan ke arah terminal 2 +1 → motor wiper → massa, hingga motor wiper bergerak lamban. Saat sakelar stop karena itu contact pada cam plate jika tersambung wiper tidak mati pada tempat awal karena itu arus yang sebelumnya stanby di terminal B cam plate akan mengucur lewat terminal S cam plate → terminal 1 sakelar terminal s sakelar → terminal 2 +1 sakelar → motor wiper → massa, hingga wiper kembali lagi ke tempat awal. Saat cam plate tidak berjumpa karena itu motor wiper automatis mati karena tidak ada suplay arus listrik ke motor wiper. 3. Saat kecepatan High Arus yang stanby di terminal 4 akan disalurkan ke arah terminal 3 +2 → motor wiper → massa, hingga motor wiper bergerak cepat. Saat sakelar stop karena itu contact pada cam plate jika tersambung wiper tidak mati pada tempat awal karena itu arus yang sebelumnya stanby di terminal B cam plate akan mengucur lewat terminal S cam plate → terminal 1 sakelar terminal s sakelar → terminal 2 +1 sakelar → motor wiper → massa, hingga wiper kembali lagi ke tempat awal. Saat cam plate tidak berjumpa karena itu motor wiper automatis mati karena tidak ada suplay arus listrik ke motor wiper. 4. Saat Kecepatan Intermittent Pada intinya, kecepatan pada sistem wiper seperti di atas. Tetapi ada banyak mobil terkini yang menambah satu kecepatan kembali yakni intermittent. Untuk rangkaian kelistrikan sistem wiper pada kecepatan intermittent seperti berikut Pada Kecepatan Intermittent ada proses khusus yang mengakibatkan contact poin akan tersambung dan terputus secara periodik. Berikut cara kerjanya Baterai → kunci kontak ON → wiper fuse 4 INT Relay → 2 INT Relay → -S wiper switch → +1 wiper switch → +1 wiper motor → wiper motor → E wiper motor → massa – Wiper bergerak lamban. Int relay akan tersambung dan terputus hingga membuat motor wiper bergerak terus-terusan dengan kecepatan lamban. 5. Saat Washer ON Arus yang stanby di terminal 5 akan mengucur ke arah terminal 6 → motor washer → massa, hingga motor washer memompa air pada reservoir hingga bisa disemprot oleh nozle untuk menolong bersihkan kaca. Saat OFF karena itu motor washer akan mati karena tidak ada suplay arus listrik. Di atas adalah pembahasan atau ulasan mengenai rangkaian kelistrikan sistem wiper dan washer. Pembahasan mulai dari pengertian, fungsi, komponen, maupun cara kerja rangkaian sistem wiper dan washer. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.

aliran arus pada sistem wiper